Monday, 30 June 2014

Menapaki Kerajaan Siak Sri Inderapura

 Ransel Ijo +62  - Siang itu usai shalat dan makan siang. Teman gue. Ratih Oknasari nemenin gue untuk berkeliling Istana Siak. nah ini dia sob istana kedua di Sumatera yang berhasil gue kunjungi. untuk masuk ke IstanaSiak, cukup dengan membayar 3000 rupiah. Berhubung pacarnya temen gue adalah staff pariwisata Siak jadinya gue masuk dengan gratis sob. Beberapa pria paruh baya dengan pakaian adat melayunya menyambut gue dengan ramah. Salah satu dari mereka dengan senang hati menjelaskan sejarah dari berdirinya Kerajaan Siak Sri Inderapura.



Perlahan gue melangkah masuk ke dalam istana. Hal yang gue temui pertama adalah ruang makan istana yang terletak di tengah – tengah ruangan. Ruang makan ini dilengkapi dengan patung – patung yang menggambarkan para anggota kerjaan pada masa lalu. Sangking takjubnya gue sampe gak dengerin ulasan tentang Kerajaan Siak dari bapak pemandu. Istana Siak ini terdiri dari 2 lantai sob. Yang mana lantai keduanya ini terbuat dari papan. gue pun harus berhati – hari untuk melangkah mengingat Istana Siak udah mengalami kerapuhan pada lantainya. Dan kebetulan pas gue berkunjung Istana Siak sedang dalam tahap renovasi. Yang paling membuat gue sedih adalah gue gak bisa melihat Komet. Salah satu benda milik kerajaan. Komet ini merupakan sebuah alat musik seperti bulatan piringan yang besar yang berfungsi untuk memutar lagu. Kenapa gue sedih? karena Komet ini cuma ada 2 di dunia. Satunya lagi ada di Jerman. Dan yang kedua ada di Istana Siak. sayang banget gue gak bisa lihat karena sedang ditutup untuk memperlancar renovasi yang sedang berjalan.

Duplikat patung Sultan Syarif Qasim II (SSQ II)



Istana Siak menyimpan banyak cerita sob. Konon keluarga Kerajaan Siak sangat menyukai warna kuning. Teman gue menambahkan bahwa barang siapa yang datang ke Istana Siak menggunakan busana dengan dominasi warna kuning maka seseorag tersebut akan mengalami hal tidak mengenakkan saat keluar dari IstanaSiak. Percaya atau tidak gue sendiri masih penasaran. Bay the way ngomongin soal warna kesukaan. Jadi ingat mitos RatuPantai Selatan yang suka banget sama warna ijo. Katanya siapa yang datang ke pantai selatan Jawa pake baju ijo bakalan kenapa – kenapa. Hhm..gue anggap itu cuma mitos ya sob. karena kalo gue kesana bawa si Ransel Ijo +62 gue gak pengen si Ijo kenapa – kenapa. Gue udah terlanjur cinta sama si Ijo.

Cerita lain juga diceritain temen gue yang asli warga kabupaten Siak ini. Mitosnya barang siapa yang mengunjungi Istana Siak dengan maksud tidak baik atau selama berada didalam Istana Siak berkata tidak sopan, maka dia akan mengalami hal berupa muntah secara tiba - tiba. Kalo gak muntah di dalam istana maka seseorang yang punya niat jelek itu akan muntah pada saat keluar dari Istana. Wallahualam.

Ada 1 lemari yang menjadi tontonan sebagian pengunjung. Dan bikin gue penasaran banget sob. Yakni adanya sebuah lemari besi or kayu gitu deh yang gak pernah kebuka. Menurut bapak pemandu yang ada didalam Istana. Beliau bilang kalau lemari ini gak diketahui apa isinya. Karena udah banyak ahli kunci yang mencoba membuka lemari ini namun berakhir dengan tragis. Ada ahli kunci yang meninggal dunia keesokkan harinya usai berusaha membuka nih lemari. Ada pula yang menjadi gila. Entah apa hubungannya lemari ini dengan kejadian yang dialami para ahli kunci. Sejak saat itu gak ada yang berani ngebuka lemari tersebut. Dan lemari itu menjadi benda sejarah yang tersimpan didalam Istana Siak sampai saat ini. Maling kelas professional yang doyan bobol mesin ATM perlu coba tuh buat bobol tuh lemari. 

4 comments:

  1. Pingin ke Istana Siak tapi blm kesampaian waktu ke Pku tempo hari... hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. someday pas mampir ke PKU lagi pasti bisa menyempatkan waktu untuk main ke Istana Siak dan menyelami sejarah melayunya Molly :) ... dan merasakan taip kelokan alur sungai siaknya :) ,, pasti....

      Delete
  2. mau resepsi pernikahan di istana siak. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh !!! bisa gak ya,,,mesti minta izin 1 kabupaten nih kayaknya hehehehe..ijab qabulnya di atas speedboat disepanjang sungai siak terus entar di arak2 di atas jemabatan siak terus baru deh resepsi di Istana Siak...jangan lupa minta izin ya hehehehe Ichwan :)

      Delete