Thursday, 4 December 2014

Menggali Sisa - Sisa Sejarah Kerajaan Tamiang


Ransel Ijo +62 - Sejarah memang membuat kita banyak belajar akan kejadian dimasa lalu yang kadang sejarah itu sendiri ditulis secara tidak lengkap dan mengharuskan kita untuk menggali kembali. Kali ini gw kembali mengunjungi situs sejarah peninggalan Kerajaan Tamiang. Sebelumnya pada postingan gw di “Menyambangi Istana Benua Raja” dan "Mengintip Sejarah Kerajaan Tamiang" gw udah ceritain adanya sejarah Kerajaan Tamiang meski gak lengkap tapi setidaknya gw udah tahu kalau dimasa lalu Aceh Tamiang memiliki kerajaan yang sampai hari ini masih meninggalkan jejak sejarahnya.
Selasa, 2 Desember 2014 gw menyempatkan diri untuk shalat dzuhur disalah mesjid di Desa Tanjung Karang. Mesjid yang bernama Mesjid Al Huda Desa Tanjung Karang ini merupakan lokasi dimana Makam Raja Silang berada. Raja Silang sendiri adalah salah satu raja dari Kerajaan Tamiang. Siang itu tampak beberapa jamaah tengah melaksanakan shalat fardhu dzuhur. Kondisi mesjid tampak sepi. Ketiba gw dan seorang teman tiba disana suasana sangat lengang. Gw pun langsung menunaikan shalat dzuhur disana. Selesai shalat gw sempat diperhatiin sama salah seorang jamaah wanita yang sudah ada sejak gw pertama masuk. Ternyata beliau adalah salah seorang anggota MPU (Majelis Permusyawatan Ulama) AcehTamiang. Sebelum keluar mesjid gw sempat terlibat perbincangan dengan beliau yang belakangn gw tahu namanya adalah ibu Dahlia. MPU sendiri menurut beliau sama kedudukannya seperti MPR. Gw masih kurang paham sih sob dengan hal itu. Tadinya beliau pikir gw adalah wartawan. Mengingat kamera DSLR yang gw letakin persis didepan sejadah shalat gw. Gw berusaha menyakinkan beliau kalau gw ini bukanlah wartawan. Gw hanyalah seorang blogger amatir yang ingin mencari informasi mengenai Makam Raja Silang yang terletak didalam mesjid tersebut. Beliau sendiri tidak mengetahui pasti mengenai sejarah Kerajaan Tamiang. Pengen berbincang banyak dengan beliau namun waktu siang itu gak mendukung banget. Setelah melipat mukena dan sarung gw langsung menuju keluar untuk mencari pengurus mesjid guna menggali informasi mengenai keberadaan Makam Raja Silang yang berada persis dibelakang mesjid yang dibatasi dengan pagar.
Komplek Pemakaman Kerajaan Tamiang

Komplek Pemakaman Kerajaan Tamiang

Bangunan Mesjid dari luar pagar
Mencari kedalam mesjid gw gak nemuin juga pengurusnya. Hanya ada beberapa jamaah laki – laki yang tertidur didalam dan diteras mesjid. Tampak ada 2 orang pekerja yang sedang menyemen lantai parkiran mesjid. Gw pun bertanya kepada mereka. Menurut bapak yang 1 , si pengurus mesjidnya tidak ada di mesjid mungkin beliau sudah pulang kerumah. Mengingat waktu istirahat kantor gw yang terbatas gw pun hanya mengambil beberapa gambar didalam dan diluar mesjid berikut gambar komplek pemakanan Kerajaan Tamiang.
Sepenggal cerita dari Pemakaman Raja Silang

Seorang Jamaah tengah shalat fardhu dzuhur

Bagian dalam mesjid
Tak ada informasi yang gw dapat siang itu. Tapi setidaknya gw tahu sedikit sejarah peninggalan Kerajaan Tamiang melalui blusukan langsung ke Makam Raja Silang. Disisi kanan mesjid tepatnya di pintu masuk terdapat sebuah bingkai yang berisikan catatan sejarah mengenai pemakaman Raja Silang.
Gak banyak yang bisa gw abadikan siang itu. Mungkin lain kali gw bisa datang lagi untuk menggali informasi tentang Raja Silang.

0 comments:

Post a Comment