Saturday, 25 April 2015

Trip to Kualanamu International Airport Deli Serdang



Ransel Ijo +62 – oke pada nungguin cerita lanjutan gw gak?? Oke kalo gak juga gpp kok. Jadi ceritanya gini Jpeople setelah gw dan Fitri berpisah di pinggir jalan maka gw pun melangkahkan kaki gw ke arah Carrefour Medan Fair. Dari tempat gw berdiri udah kelihatan bacaan Transmart tempat Carrefour Medan Fair berada. Buru – buru gw berjalan menuju kesana. Menurut google katanya bus Damri yang menuju Kualanamu International Airport Deli Serdang mangkal di samping Carrefour Medan Fair. Gw lihat – lihat gak ada penampakan Bus Damri mangkal. Yang ada Cuma deretan taksi yang lagi mangkal berjejeran. Sekali lagi gw lihat pelataran parkir Carrefour Medan Fair dan gw menemukan sebuah Bus Damri yang beberapa nya turun menggunakan Tas Ransel Gede dan sebagian lagi ada yang membawa koper gede sedang menyeberang ke berbagai arah disekitar Carrefour Medan Fair. Dari apa yang gw lihat udah bisa membuat gw yakin kalo itulah Bus Damri yang menuju ke Kualanamu International Airport Deli Serdang. Gak pake lama gw pun menyeberangi jalan untuk segera mengejar Bus Damri yang masih mangkal tersebut. Susah juga buat bisa menyeberang di kota Medan. Dan bodohnya gw gak ngelihat kalo gak jauh dari posisi gw berdiri ada jembatan penyeberangan. Dan itu baru gw sadari setelah sampai di pelataran parkir Carrefour Medan Fair.
Transmart Carrefour Medan Fair


Para calon penumpang, pengantar dan penjemut yang sedang menunggu

Bus Damri jurusan Carrefiur - Kualanamu

Para penumpang yang udah menempati tempat duduknya masing - masing
Setelah sampai di Carrefour Medan Fair gw langsung menghampiri Bus Damrinya dan si supir menyuruh gw buat menuju ke belakang bus. Tadinya gak ngerti kenapa disuruh kebelakang. Ternyata gw baru tahu kalo dibelakang Bus Damri itu ada Bus Damri lain yang lagi stand by mengangkut penumpang ke Bandara. Dan Bus yang mangkal di depan tadi adalah bus yang baru aja balik dari Kualanamu International Airport Deli Serdang.
Tepat disamping Bus Damri ada sebuah tenda gede yang dilengkapi beberapa tempat duduk untuk para calon penumpang duduk menunggu keberangkatan bus. Gak ada meja konter atau petugas yang melayani penumpang yang ingin naik ke bus. Gw pun bertanya ke salah seorang bapak – bapak  yang duduk. Dimana gw bisa dapetin tiket Bus Damri buat ke Kualanamu International Airport Deli Serdang. Doi bilang naik aja ke bus entar bayarnya di atas bus. Kirain beli tiket dulu baru naik bus ternyata disini gak Jpeople. Pas gw naik ke dalam bus udah ada beberapa orang menempati tempat duduk masing – masing. Dan gw pun memilih tempat duduk paling depan tepat dibelakang supir. Buka apa – apa nih sob. Gw pengen lihat lebih luas keadaan jalan pas bus entar udah melaju. Masih banyak bangku yang kosong. Bahkan  1 penumpang bisa memakai 2 tempat duduk sekaligus untuk meletakkan tasnya. Walau pun sebenarnya Bus Damri yang gw naikkin menyediakan bagasi buat para calon penumpang yang membawa koper atau tas gede lainnya. Dan gak ada bayaran tambahan lagi. Semua udah include sama harga tiket busnya beserta fasilitas pendukung lainnya.
Pendingin didalam bus Damri


Saat akan berangkat meningglakan Carrefour Medan Fair

Salah seorang penumpang yang duduk di deretan bangku sebelah kiri

Kemacetan kota Medan sore itu

Bus saat memasuki gerbang tol Amplas

Tiket Bus Damri seharga Rp. 20.000,- sekali jalan Carrefour - Kualanamu
10 menit gw naik , si supir pun menghimbau para calon penumpang yang masih duduk diluar bus untuk segera naik ke bus karena bus akan segera berangkat. Alhamdulillah gw gak nunggu lama Jpeople. Bus melaju santai menyatu dengan kemacetan kota Medan yang sore itu tampak sangat ramai dan padat. Bisa dibilang bus sebenarnya bisa melaju cepat dan mulus jika tidak terhambat kemacetan dibeberapa titik lampu merah yang ada di kota Medan. Belum lagi gw lihat ini bus kadang berhenti di pinggir jalan untuk menaikkan penumpang. Sore itu bus agak lambat dan gw mulai mengantuk. Untungnya tempat duduk gw lebar dan nyaman. Bahkan gw bisa meletakkan Ransel Ijo +62 gw ditempat duduknya sendiri. Gw pun langsung mengabarkan teman gw Backpacker asal Jakarta yang janjian ketemuan. Gw bilang kalo gw lagi on the way ke bandara nih. Doi pun membalas dengan pesan hati - hati dijalan entar kabari kalo udah sampe. Gw pun kembali hanyut dalam kemacetan jalanan kota Medan.
Giant Bandara Kualanamu International Airport Deli Serdang


Pelataran parkir dan gedung Bandara dari balik kaca bus

Bus yang hampir mendekati drop off bandara KNIA

Senja di drop off lantai 3 Bandara Kualanamu International Airport
Memasukki kawasan Terminal Amplas bus sedikit tertahan dengan banyaknya kendaraan antar kota dan provinsi yang hilir mudik dan mangkal di pinggir jalan. Lepas dari kemacetan Terminal Amplas bus pun melaju memasukki Gerbang Tol Amplas. Dan ini pertama kalinya gw melewati jalanan bebas hambatan selama gw pindah ke Aceh. Jalanan tolnya lumayan lancar sob dan disini bus melaju kencang tanpa hambatan dan hanya 2 kali berhenti untuk mengambil tiket tol dan membayar uang tol.
Jalanan yang lancar bikin gw rada – rada deg-deg-an sob. Gimana gak deg-deg-an soalnya ini adalah pengalaman pertama gw sendirian pula menuju Kualanamu International Airport Deli Serdang. Bandara yang digadang – gadang sebgai bandara terbesar di Indonesia.
Dari jauh kelihatan Giant Kualanamu International Airport. Sesampainya gw di kawasan Kualanamu International Airport Deli Serdang gw disambut dengan indahnya taman yang berada di depan pelataran parkir bandara yang sedang di tata oleh beberapa orang pekerja sore itu.
Gw bener – bener takjub Jpeople. Bus pun sampai di pelataran Drop Off Kualanamu International Airport Deli Serdang. Dan gw baru tahu kalo ini adalah lantai 3 dari bandara Kualanamu International Airport Deli Serdang. Jadi bus yang gw naikin berhenti pertama kali di Drop Off lantai 3. Tapi buat yang mau berhenti di lantai 1 bisa tetap duduk di bus entar bus bakalan berhenti di tempat pemberhentian bus di lantai 1. Dimana semua bus akan berakhir disana.
Akhirnya gw sampe juga di Kualanamu International Airport Deli Serdang. Karena ceritanya masih nyambung jadi, ditunggu aja ya kelanjutan postingan gw ^_^

4 comments:

  1. Bandara KNIA sebagai bandara terbesar ke-3 di Indonesia sesudah bandara Soekarno Hatta Jakarta dan bandara Juanda Surabaya sebenarnya menarik. Sayangnya agak sedikiiiit kurang terawat. Lantainya gak kinclong karena jarang di-polish :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya mudah2an entar kinclong ya Mol biar gak malu-maluin :) ,, KNIA emang best lah untuk Medan dan Sumatera Utara

      Delete
    2. Iya moga-moga aja diperhatiin perawatan dan kebersihan bandaranya :D. Soalnya suka malu juga sama turis asing kalo jorok gitu, kan bandara internasional.. hehehe :D

      Delete
    3. disalah satu kamar mandinya ada yang udah jorok gitu kemarin meski pun CS-nya bolak balik bersihin kamar mandinya. kesan ramah juga perlu tuh dibandara biar menimbulkan kesan baik untuk KNIA :)

      Delete