Sunday, 3 May 2015

1 jam Terakhir Bersama Backpacker Jakarta



Ransel Ijo +62 - Cerita yang panjang emang perlu banyak episode buat menyelesaikannya. Kayak cerita trip gw yang gak seberapa ini Jpeople ^_^ .
Si ibu udah terbang kali ya ,, dan tersisalah gw dan Nandhi. Pagi itu kembali kami melanjutkan cerita. Kali ini doi sharing soal backpackeran sendirian yang memotivasinya untuk berani jadi backpacker gembel yang bertahan dengan apa yang doi miliki tanpa mengandalkan kemudahan. Meski doi sendiri mengaku masih tetap cari ATM buat memenuhi kondisi keuangannya selama trip. Doi juga kasih tips ke gw kalo nge-trip jangan bawa uang cash dalam 1 tempat. Doi nyaranin buat letakin uang dalam sepatu or di dalam  kaos kaki. Lalu gw juga minta tips ke doi gimana caranya nge-trip ke luar negeri dengan menyandang gelar sebagai backpacker gembel. Lebih lanjut doi menjelaskan agar passport dan dompet diletakan dalam 1 tas kecil yang diselempangkan di badan. Bila perlu letakkan dalam baju. Soalnya passport dan dompet merupakan nyawa kita selama nge-trip keluar negeri. Ini khusus untuk backpacker gembel ya. Soalnya kalo 2 benda tadi hilang maka petakalah yang akan kita dapat. Kita hanya disibukkan untuk mengurus surat kehilangan di kantor polisi negara yang kita kunjungi dan hidup kita untuk sementara akan bergantung pada pertolongan pihak duta besar Negara kita Republik Indonesia. Dan itu sama hal nya dengan kita membuang – buang waktu nge-trip kita hanya untuk mengurus musibah kehilangan dokumen perjalanan kita. Gw catat betul dalam kepala gw saran dan tips yang Nandhi paparkan pagi itu.
Nandhi juga memberikan gw info seputar film – film bertemakan backpacker. Salah satunya adalah Into the Wild. Sembari bercerita doi juga menunjukkan cuplikan film tersebut lewat smartphonenya.
Beberapa film lainnya juga gak ketinggalan doi perlihatkan ke gw. Bener – bener bisa jadi referensi gw banget semua sarannya.
Berhubung jam ditangan gw udah menunjukkan pukul 09.30 WIB maka gw pun mutusin buat pamitan soalnya gw udah ada janji sama temen blogger di Medan buat nge-trip ke suatu tempat di Medan.
Tempat pembertian dan tempat untuk naik bus Damri menuju kota Medan
Gw bener – bener berterimakasih banget buat pertemuan ini Jpeople. Thanks udah mau sharing ke gw perihal seluk beluk backpacker gembel dengan segala keunikan dan kesulitan yang doi rasakan selama menjelajah Aceh dan beberapa bagian Sumatera lainnya. Salutnya doi rela ninggalin usaha di Jakarta buat bisa berkeliling wilayah barat Indonesia untuk menuntaskan rasa penasarannya terhadap keindahan wisata Indonesia dengan mengexplorasinya seorang diri.
Pas pamitan itu doi nganterin gw ke lantai 1 buat naik Bus Damri untuk balik ke Carrefour Medan Fair lagi. Seperti yang gw bilang pagi itu bandara sangat ramai. Usai berjabat tangan untuk yang terakhir kalinya gw pun segera menuju ke bus yang parkir paling depan. Didepan perbentian Bus Damri tampak berjejer beberapa bus yang antri menunggu untuk mengangkut penumpang yang ingin menuju ke pusat kota Medan. Ya kayak gw ini. Beruntungnya bus yang mau gw naikin udah dipenuhi sama penumpang. Kali ini gw gak dapet tempat duduk favorit dibelakang supir tapi gw dapet bangku nomer 2 dibelakang supir. Alhamdulillahnya gw bisa dapet 2 bangku dan bisa meletakkan Ransel Ijo +62 gw ditempat duduk disebelah gw.
Saatnya kembali ke pusat kota Medan untuk trip selanjutnya. Selamat Jalan Nandhi dan sampai jumpa dilain kesempatan dengan cerita yang berbeda.
Salam Ransel Ijo +62 …..

0 komentar:

Post a Comment