Tuesday, 8 December 2015

Couple Trip to Batu Caves

RanselIjo +62  Kuala Lumpur masih menggoda kaki ini untuk terus berjalan. Tapi kali ini gak jalan kaki lagi sob tapi naik taksi. 25 menit dari Pasar Seni menuju Batu Caves. Dan sekarang udah sama Teuku Giyas. Kami naik taksi dengan argo yang kami bayar sebesar 27 Ringgit. Siang itu kami disupiri oleh driver keturunan India. Alhamdulillah sampai di Batu Caves dengan selamat. Dan cuaca masih tetap panas berkabut. Turun dari taksi gw udah disambut oleh patung Dewa Khrisna. Ini dia tokoh dewa yang wara wiri disalah satu stasiun tv  yang booming banget di Indonesia beberapa bulan lalu. Ini adalah kali pertamanya gw menginjak Batu Caves, begitu juga dengan Teuku Giyas. Selama kerja di Kuala Lumpur doi mengaku gak pernah jalan kemana – mana. Palingan kalo bosan doi bareng temen Cuma jalan – jalan ke Petronas Twin Tower doang. Karena ini adalah pengalaman pertama kali mengunjungi Batu Caves, kami pun benar – benar memanfaatkan waktu kami sebaik mungkin untuk menikmati Batu Caves sore itu.
Meskipun kabut mengganggu pemandangan cantik siang itu, gw dan Teuku Giyas tetep menikmati Batu Caves dengan rasa bahagia. Oh ya ini juga pertemuan pertama kali setelah setahun lebih berteman di facebook. Batu Caves yang dikelilingi bukit kapur dan tebing – tebing tinggi menambah eksotis tempat ini. Disini juga menjadi menjadi tempat persembahyangan umat hindu yang tinggal di Malaysia sob. sepintas kalo dilihat - lihat disini kan banyak orang Indianya, gw jadi berasa kayak ada di Gereja Velangkani di Medan sob. Tempat ini emang sangat cantik. Tapi kalo gw ngelihatnya dari atas goa yang ada di atas Batu Caves. Dan sekarang yang jadi masalah adalah untuk bisa sampai ke atas sana gw harus menaiki anak tangga yang  jumlahnya itu ratusan sob. Yang bikin ngeri lagi adalah kemiringan anak tangganya itu loh sob miring banget. Tadinya gw gak pengen naik ke atas sana mengingat kaki  kiri gw yang lagi cedera dan curamnya anak tangga Batu Caves. Tapi Teuku Giyas bilang sayang banget kalo udah datang kesini tapi gak naik ke atas sana. Okelah gw tetep naik meski agak gemetar pas nginjak 5 anak tangga pertama. Terus naik ke Batu Caves ini loe emang harus berpegangan sob. Soalnya kalo loe kepleset bakalan beresiko untuk jatuh dan cidera. Saat itu gw berpegangan pada Teuku Giyas dan tembok tangga. Ada 3 jalur anak tangga untuk bisa naik ke goa Batu Caves. Mau lewat jalur mana aja loe harus tetep hati – hati dan berpegangan.

Kenalin,, Teuku Giyas

Didalam goa dengan berbagai diorama
Hari itu yang datang ke Batu Caves ramai banget. Hampir 80% pengunjung yang datang adalah turis kayak gw. Sisanya adalah warga Malaysia keturunan India yang sengaja datang untuk bersembahyang.  Setibanya gw didalam goa, aroma menyengat dari kotoran kelelawar menyeruak. Belum lagi bau abu – abuan pembakaran untuk perlengkapan sembahyang umat Hindu. Didalam goa juga gak kalah ramainya kayak diluar sob. Terdapat kuil untuk sembahyang dan juga kegiatan keagamaan umat Hindu lainnya.
Ketika kami berjalan untuk masuk lebih jauh ke dalam goa, gw melihat seorang bayi sedang dijampi – jampi oleh seorang pendeta didampingi oleh kedua orang tuanya. dilihat sepintas miriplah kayak ritual akiqah kita yang beragama muslim. Gak mau mengganggu acara tersebut kami melanjutkan perjalanan untuk masuk jauh kedalam goa.

Yang kepala gede itu Rahwana sob

Para prajurit perang
Gak banyak yang bisa kami lakukan selain melihat – lihat keadaan goa dan kegiatan agama yang sedang berlangsung dikuil yang berada di dalam goa ini. Puas melihat – melihat kami pun keluar dari Batu Caves. Kali ini kami kembali menuruni ratusan anak tangga untuk bisa sampai dibawah lagi. Sesampainya dibawah kami beristirahat sebentar lalu lanjut lagi menyusuri bagian lain dari Batu Caves. Asal loe tahu aja ya sob. Batu Caves itu luas banget dan untuk bisa menikmati keindahannya dibutuhkan waktu seharian penuh agar bisa puas mengelilingi Batu Caves ini. Sayang kan udah jauh – jauh kesini tapi Cuma bisa sebentar doang.
Akses menuju Batu Caves gampang kok sob. Berhubung gw dan Teuku Giyas diburu waktu maka kami menggunakan taksi untuk bisa cepat sampai kesini. Nah buat loe yang mau berkunjung kesini loe bisa naik Komuter Line dari KL Sentral jurusan KL SENTRAL – BATU CAVES. Gw gak tahu berapa harga tiketnya. Tapi yang jelas gak lebih dari 2 Ringgit sekali jalan sob.
Hari udah semakin sore tapi kabut masih bertahan dan cuaca gak berubah sama aja kayak siang. Sore itu kami menyudahi perjalanan di Batu Caves karena gw diburu janji untuk ketemu dengan kak Haziqah. Doi adalah Couchsurfer gw di Kuala Lumpur. Kita udah janjian buat ketemuan di Mesjid Jamek selepas gw jalan bareng Teuku Giyas.
Hari itu sangat menyenangkan sob. Bertemu teman lama Cuma bisa komunikasi di dunia maya udah gw jabanin. Thanks a  lot buat Teuku Giyas yang udah nemenin gw jalan hari itu. Gw doain loe bisa balik ke Aceh lebaran tahun depan.AMIN.
Gak kerasa kami udah ngiterin Batu Caves dan keluar masuk dari 1 goa ke goa lain dengan ratusan anak tangga dengan kemiringan yang curam abis. Petualangan yang seru. Alhamdulillah nih kaki masih bisa di ajak kompromi untuk keinginan besar pemiliknya yang masih pengen terus jalan. Gw janji kalo udah pulang ke Indonesia entar nih kaki bakalan gw istirahatkan biar gak kesakitan lagi. Gak kerasa udah waktunya untuk gw dan Teuku Giyas pisah. Doi juga ngejar waktu buat masuk kerja sore itu soalnya doi kena shift malam. Dengan menggunakan Komuter Line kami bergegas mengejar waktu. Sesampainya di KL Sentral kami pun berpisah. Doi ngelanjutin perjalanan ke Puchong sementara gw juga mengejar KRL menuju Mesjid Jamek karena kak Haziqah udah menunggu disana. Sampe ketemu di postingan berikutnya ya sob ^_^


0 comments:

Post a Comment