Tuesday, 14 February 2017

Nge-Guide Blogger ke Langsa – Hutan Mangrove Kuala Langsa (END)

Ransel Ijo +62– Hai..hai Jpeople Selamat Ulang tahun buat kalian semua yang berulang tahun pada hari ini, Selasa, 14 Februari 2017. Ada yang bilang hari ini adalah Hari Valentine. Terus ada yang bilang hari ini adalah hari dimana semua persiapan PILKADA 2017 segera dimatangkan. Secara besok tuh kita udah nyoblos. Terlepas dari 2 momen tadi gw ucapin selamat buat kalian semua apapun kegiatan kalian jangan lupa berdoa dan harus selalu bahagia. Jangan lupa bahagianya ditularin ke orang – orang disekitar kalian ya.
Gerbang masuk menuju Hutan Mangrove Kuala Langsa
Kayak yang bakalan gw share kali ini son. Gw mau berbagi kebahagiaan ke kalian semua lewat tulisan sambungan dari postingan gw sebelumnya yang berjudul Nge-Guide Blogger ke Langsa – Hutan Lindung Kota Langsa. Setelah kemarin gw dan DEE menghabiskan waktu berkeliling di areal Hutan Lindung Kota Langsa, selanjutnya gw memboyong DEE mengexplore kawasan Pelabuhan Kuala Langsa. Disini ada 1 spot menarik yang biasanya jadi alternative wisata bagi masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya. Spot ini tengah hits gak Cuma di Langsa tapi juga kabupaten tetangga kayak Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Gak menutup kemungkinan daerah lain diluar Aceh juga udah tahu spot wisata andalan Kota Langsa ini.
Ini dia Taman Mangrove Kuala Langsa atau nama lainnya Hutan Mangrove Kuala Langsa. Sebelumnya gw udah pernah nulis artikel tentang spot wisata ini dengan judul tulisan Titi Hijau Kuala Langsa. Buat yang belum tahu bisa baca postingan itu dulu. Kali ini bareng DEE gw mau berbagi perkembangan terbaru tentang Taman Mangrove Kuala Langsa. Ketika sampai disini loe bisa memarkirkan kendaraan loe di tempat parker yang udah disediakan oleh pengurus tempat wisata hutan mangrove. Terus loe bisa masuk lewat pintu masuk yang bercirikan 2 pilar tembok beton yang dijaga oleh pengurusnya. Nah sebelum masuk loe harus bayar tiket masuk seharga 2500/orang. Memang gak ada karcis resmi yang bakalan loe dapat tapi setelah bayar loe bisa masuk menjelajah kawasan hutan. Bedanya tahun 2015 yang lalu pas gw kesana tuh masih gratis dan belum ada penjaganya. Kalo untuk parkiran sih masih tetep sama kita harus bayar Rp.2000,- / sepeda motor. DEE mulai berjalan menyusuri tiap kelokan beton bewarna hijau yang melintang panjang seperti ular yang terbentang jauh ke dalam hutan. Gw kembali menemukan perbedaan dari kontruksi beton yang ada di hutan mangrove ini sob. Kini gak hanya beton yang menjadi pijakan pengunjung tetapi rangkaian jembatan kayu pun dibuat menyandingi beton yang sudah ada. Gak Cuma itu sob. Ada juga beberapa rumah dan kios yang dibuat apik dan menarik layaknya bungalow. Meski begitu tempat ini belum diresmikan jadi masih kosong dan tidak ada penghuninya. Kalo ngomongin soal penghuni nih sob,,gerombolan monyet bakau yang sering menganggu pengunjung masih menjadi penghuni tetap kawasan hutan mangrove ini. Gak lengkap rasanya kalo pas menyusuri hutan bakau ini hingga masuk ke tengah hutan kalo gak diganggu sama yang namanya monyet. Udah jadi pemandangan yang biasa buat para pengunjung kalo mereka harus lari atau dikejar sama monyet – monyet liar ini. 
Dee diatas menara pandang



Jembatan kayu menyusuri hutan mangrove
Dan alhamdulillahnya selama DEE dan gw asik mengexplore keindahan hutan mangrove ini kita gak diganggu sama sekali sama si monyet. Mungkin monyetnya lagi tidur. DEE mengajak gw buat memanjat menara kayu yang terletak ditengah hutan. Sebelumnya gw udah pernah naik ke menara ini. Bedanya kali ini tangganya agak beda sob. Dulu tangganya lurus ke atas kayak naik tangga menara telekomunikasi. Sedangkan sekarang tangganya dibuat miring dan berkelok sedikit. Meski pun begitu gw dan DEE harus tetap hati – hati karena kemiringan dan lebar tangganya masih sangat berbahaya untuk dipanjat. Terlebih buat kamu yang takut ketinggian. Tapi keindahan sesungguhnya dari hutan mangrove ini justru bisa dilihat dari atas menara ini sob.
Nah ketika masuk ke hutan mangrove ini jangan lupa bawa air minum juga ya. Karena loe bakal merasakan kelelahan sangking luasnya menjelajah hutan dengan berjalan kaki. Gunakan alas kaki yang nyaman deh pokoknya kalo gak mau kelelahan ditengah hutan mangrove.. Selain ngobrol dan foto – foto gak banyak kegiatan sih yang kita lakuin disini. DEE juga membagikan pengalamannya serta rekomendasi spot wisata menarik di Sumatera Utara yang hampir sama dengan spot wisata yang ada di Kota Langsa.
Pemandangan dari atas menara



Hamparan hutan bakau 


Dee dari pinggiran Pelabuhan Kuala Langsa
Sesekali kita juga berbagi tips soal pengalaman ngeblog. Mulai dari mendapatkan ide untuk mengisi postingan sampai pengalaman suka duka jadi blogger cewek dan gak ada temen blogger lain selain Cuma kita sendiri. Maklum aja kami sama – sama berdomisili ditempat dimana blogger ceweknya itu sedikit. Bisa dibilang jumlah blogger ceweknya bisa di hitung pake jari. Kalo untuk blogger cowok sih banyak tapi kebanyakkan blogger copas.  Tapi apapun itu kita tetap bakalan menjalin silahturahim dengan blogger mana pun. Mungkin kalian mau kesini juga kayak DEE, entar gw yang jadi guidenya deh ^_^
Panas - panasan didalam hutan bakau
Well,,berhubung waktu yang gak banyak. Kita pun beranjak untuk pulang. Senang bisa menjadi tour guide buat blogger seperti DEE. Antusias dan ramah serta enak buat diajak berbagi seputar wisata dan pengalaman lainnya. Semoga bermanfaat buat kita masing – masing ya.Amin. sampai ketemu dilain kesempatan dan jangan berpikir bahwa ini adalah pertemuan terakhir kita. Next time kita bisa ketemu – ketemu lagi buat mengexplore sudut lain dari daerah lainnya. Enjoy Langsa Dee ^_^ . Bye
  



0 comments:

Post a Comment