Wednesday, 23 April 2014

Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri

Ransel Ijo +62 - Weekend atau holiday memang waktu yang pas banget untuk jalan – jalan sama teman atau juga keluarga. Kali ini gue ingin berbagi pengalaman saat gue dan temen gue saat melakukan perjalanan wisata ke salah tempat objek wisata yang ada di kabupaten Aceh Tamiang kota Kuala Simpang provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Lokasi wisata Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri ini berlokasi di jl. Medan - Banda Aceh kota Kuala Simpang tepatnya berada hampir dekat dengan perbatasan antara kabupaten Langkat Sumatera Utara dan Aceh Tamiang. Untuk menuju ke air terjun gue harus melalui jalan yang gak mulus coz jalannya hanya sebagian aja yang di aspal begitu mendekati air terjun gue harus melewati jalanan tanah berbatu. Gue dan temen -temen naik sepeda motor menuju lokasi Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri. Dan hal ini sangat melelahkan karena berkali – kali kami harus menghindari lubang – lubang yang menganga gede di sepanjang jalan yang kami lewati. Gak heran banyak pengunjung yang menggunakan mobil untuk mencapai lokasi air terjun ini. Namun kepenatan yang dirasa selama perjalanan terbayar oleh kecantikan Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri sob.
Perjalanan mendaki tebing menuju air terjun

Kak Rina 

Kak Rina, Siti Hajar & Santi
Simpang Kiri sendiri merupakan nama yang di ambil karena air terjun ini berada di sebuah perkampungan yang bernama Simpang Kiri. Pastinya loe gak akan nyesel udah jauh – jauh datang ke lokasi air terjun ini. Air Terjun Simpang Kiri memiliki 7 tingkatan air terjun sob makanya dinamain AirTerjun 7 Tingkat Simpang Kiri. Untuk bisa mencapai setiap tingkatan air terjun ini kita harus memanjat tepian bukit yang curam. Namun gue saranin buat loe untuk gak menuju puncak yang ke tujuh soalnya bebatuannya amat licin dan sangat berbahaya banget. Bukannya nakutin sih tapi saat kami mengunjunginya udah ada korban yang terpeleset dari atas puncak ke tujuh air terjun. Gak mau kan rencana senang – senang malah berakhir malapetaka.
Cukup membayar Rp. 3000,- per orang ditambah dengan biaya parkir Rp. 10.000,- (harga tahun 2013) maka gue dan temen - temen udah bisa masuk dan menikmati wisata Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri. Para pengunjung sebagian besar adalah pasangan muda – mudi. Ada juga rombongan keluarga yang datang jauh dari luar kota KualaSimpang, seperti dari kota Medan, kota Langsa dan juga ada yang datang jauh dari kota Banda Aceh. Jika loe berkunjung ke sini ada baiknya membawa jaket atau sweater soalnya udaranya dingin banget. 
Mandi bareng sebelum pulang

Curamnya bebatuan di air terjun
Sesampainya disana gue bergegas mengganti baju dan langsung berjalan kaki menyusuri 1 persatu air terjun mulai dari tingkatan yang pertama sampai tingkatan yang ke tujuh. Hanya saja pada tingkatan yang ke tujuh gue dan temen memutuskan untuk gak naik karena takut jatuh. Sementara 2 temen gue yang lain tetap memanjat puncak ke tujuh. Airnya yang sejuk dan dingin membuat kami berasa gak ingin pulang. Setelah puas mandi dan memotret gak sadar waktu telah menunjukkan pukul 4 sore. Perjalanan kami dari rumah dimulai pukul 8 dan menghabiskan waktu diperjalanan selama lebih kurang 2,5 jam perjalanan. Meski lelah dan kedinginan tapi kami puas telah menghabiskan waktu bersenang – senang di lokasi wisata Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri ini.
Sebagian pengunjung yang sedang santap siang bersama keluarganya

salah satu sungai kecil sebelum lokasi air terjun yang juga menjadi lokasi wisata 
Dari wawancara gue dengan pengelola wisata AirTerjun 7 Tingkat Simpang Kiri yang notabene adalah masyarakat setempat mereka enggan memberi hak kelola pada pemerintah Aceh Tamiang karena takut akan kehilangan mata pencaharian. Mengingat besarnya minat pengunjung untuk datang ke air terjun ini membuat mereka bisa meraup untung besar dengan memasang harga masuk yang mereka tetapkan sendiri. Kurangnya pendekatan pemerintah kabupaten Aceh Tamiang terhadap warga yang mengelola wisata Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri ini  membuat masyarakat lebih memilih mengelola dengan caranya sendiri. Ketakutan yang dirasakan masyarakat ini dirasa wajar namun alangkah baiknya jika pemerintah atau pihak swasta mengelola wisata Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri agar fasilitasnya dapat dibangun selayaknya tempat wisata. Mengingat juga air terjun ini memiliki medan yang sulit untuk dicapai dan seringnya para wisatawan yang terjatuh disana akibat tebing yang curam. Jika sewaktu – waktu terjadi kecelakaan yang di alami oleh pengunjung maka akan sulit dilakukan penyelamatan karena jauhnya jarak air terjun menuju jalan raya untuk akses ke rumah sakit atau klinik terdekat.  Faktor keselamatan tentunya perlu di utamakan agar tempat wisata Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri menjadi tempat wisata yang tidak hanya menyenangkan tapi juga aman untuk dikunjungi. Ada yang mau kesini ???

26 comments:

  1. Kereen yoo.. kapan ya bisa kesini?? :D

    ReplyDelete
  2. entar kalo BMC main ke Aceh kita rame2 singgah ke Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri Rud :)

    ReplyDelete
  3. Aceh Tamiang dekat sama rumah kaka ipar,,,
    Yuk ah ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah baru tau kalo dewi punya saudara di Ace Tamiang :) , hayuk hayuk :)

      Delete
  4. Halah lagi-lagi cerita liburan Kak J bikin aku ngiri. Itu air terjunnya hiiii keren banget! Udah kebayang kok gimana udara di sana pasti dingin banget, tapi airnya seger. Terus suara merdu khas di air terjun bisa menenangkan hati.

    Itu kita bisa duduk di batunya ya kak? Nggak begitu curam kayaknya air terjunnya. Coba kalo bisa arung jeram dari tingkat ke 7. Asik bangeeett kayaknya haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh arung jeram dari tingkat 7 bisa berujung di akhirat kita dwi :) ,,, curam bebatuannya dwi soalya licin banget kalo gk hati2 bisa 2 sengsara berwisata entar :)

      Delete
  5. widihhh..lo jalan jalan mulu nih Jul..enak benerrr..mana hehijauan gituuu..udah lami saking lamanya ga ke tempat tempat menyegarkan mata semacam ituuuuu...bagusss!! tapi mana foto lu?? seharusnya yang melaporkan lu jugaaa..hehehe..nice post anyway..jadi pingin mandi di air terjun biar kayak bidadari

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh maklumlah tukang liput gk masuk liputan nih :( tapi jalan2 berikutnya gue bakalan sering nongol di liputannya :)

      Delete
  6. Jadi ngeri dengan air terjunnya. Sudah curam jauh dari fasilitas medis lagi. Semoga aja cepat dilirik sama pemkot setempat fasilitasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaallah wahid semoga aja pemkab mau turun tangan dan bisa mengambil hati masyarakat yg mengelolanya . AMIN :)

      Delete
  7. wahaha asri banget.. dateng ke tempat kayak gitu bawaannya emang pengen cepet2 buka baju ya.. dalam pikiran gue acaeh tuh gersang ternyata ada tempat kayak gini juga..

    tempatnya di dalem hutan ya? hati2 bisa disalah gunakan oleh muda mudi masakini.. wahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang disini tempatnya muda mudi yg berbuat gk bener dan tempat paling asoy pasti tingkat ke 7 krn gak semua orang mau naik ke tingkat 7 yg terkenal curam abis ,,,

      Delete
  8. keren juga air terjun nya. oh ternyata dinamakan "Air Terjun 7 Tingkat Simpang Kiri" itu karena air terjunnya punya 7 tingkatan. hmmm, kayak langit aja yah punya 7 tingkatan juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhm...iya gak cuma langit dan bumi yang punya 7 tingkatan air terjun juga Maz :)

      Delete
  9. tempatnya boleh juga .. tapi jauh kalo mau kesana, lagian takut juga main ke Aceh ntar ditembak orang tak dikenal.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. katanya penulis kok sempit banget pikirannya tentang Aceh

      Delete
  10. wah, seru ya plus air terjunnya keren bingittss. Eh, kalau dari medan kira-kira berapa lama ya? Hmm, tempat wisata yang murmer banget (murah meriah cuy). kapan ya kesana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari pusat kota medan 4 jam sampe di Kabupaten Aceh Tamiang,, kalo dari pusat Aceh Tamiang menuju air terjun 2,5 jam

      Delete
  11. Hahahaha. Keren air terjunnya, kayak ada air yang jatuh dari atas gitu. *yaiyalah
    btw setuju sih, itu harusnya warganya enggak egois, terus pemerintahnya juga peduli, masa iya jalanan kesana enggak diaspal, kan yang rugi pengunjungnya. Terus juga masak parkir biayanya 10 rb -_________-

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalo suatu daerah mau maju pemerintah dan warganya harus saling membantu dan soal biaya parkir yg mahal itu krn masih dikelola sama warganya

      Delete
  12. eh..keren banget alirannya..kalau di Tuban aja juga..namanya nglirip..tapi kayaknya masih kerenen ini sih...

    di malang aja juga yang keren air terjunnya..coban rondo.....
    meskipun udah lama nggak kesana :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. review dong ari terrjun di tuban pengen tau juga ne

      Delete
  13. di daerahku juga ada yang kayak gini kak... cuma nggak sekeren yang kakak tulis di atas...

    lagi - lagi Aceh... kayaknya kota itu punya banyak tempat wisata ya... jadi pengen kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya hrs kesini ya biar berasa kerennya :) dali

      Delete
  14. kalo dari kota langsa kira2 berapa lama ya perjalanannya,kalo pergi di bulan desember yg kemungkinan ujan trs gimana ya?please for info��

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo dari pusat kota langsa sih perkiraan waktu perjalanan 45 menit dari jalan raya medan - banda aceh. lanjut perjalanan ke air terjunnya kira2 2 jam tergantung medan dan cuacanya. itu kalo naik sepeda motor ya. akan lebih singkat lagi kalo naik mobil.

      Delete