Tuesday, 29 April 2014

Curhat di GOR Aceh Tamiang

Ransel Ijo +62 - Hai sob ,,, kembali gue menyapa kalian yang gak tau apakah hari ini perasaan kalian semua lagi seneng ato gak. Pernah gak sih dalam hidup loe itu ngalamin sesuatu hal dimana loe berada pada situasi saat loe benar – benar bosan meski loe udah punya kebahagiaan?? Atau loe pernah merasa down banget karena apa yang loe impikan masih jauh dari genggaman loe??

Jujur gue pernah ngalaminnya. Drop sendirian gak tau mau curhat ke siapa. Yang mau dicurhatin juga tampangnya jauh lebih drop karena punya masalah lebih buanyak dari gue. entah kenapa gue mikir kalo gue curhat ke orang lain dan berkeluh kesah ke orang lain tuh kayak gue nambahin masalah orang. Gak Cuma gue yang punya masalah dihidup ini. Kalo udah gini gue suka ngomong sendiri dan curhat langsung ke Dia Maha Pencipta. 
Lapangan sepak bola Terban di tepi jl. Medan - Banda Aceh
Dan tempat yang gue datengin ini bisa dibilang adalah wisata penyejuk hati. Pembuang segala masalah buat gue. sebuah gedung yang masih terbengkalai proses pembangunannya mengusik pandangan gue tiap kali pulang kerja. 2 tahun lalu lalang pulang kerja melewati gedung yang terletak di pinggir jalan raya  Medan  Banda Aceh ini bikin gue pengen banget kesana.

Sampelah keinginnan itu terwujud di suatu sore saat pulang kerja. Bersama seorang teman dari kota Langsa. Gue janjian sama doi buat ketemuan dan menghabiskan 30 menit sebelum senja berakhir sore itu. Karena gak mau identitas gue sebagai staff sebuah rumah sakit berplat merah di kabupaten Aceh Tamiang dikenali orang – orang gue bawa baju ganti sejak pagi. Usai ganti baju gue pun berjalan kaki menuju gedung yang dikelilingi semak – semak belukar.
Gedung yang masih belum rampung dan hanya berupa tiang – tiang pondasi ini kelak akan menjadi GOR Aceh Tamiang. Entah kapan gedung ini benar – benar menjadi GOR. Sore yang singkat pun gue habiskan dengan berkeluh kesah pada gedung ini. Memandang dari atas gedung ini tampak hamparan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan kelapa sawit ternama di Aceh Tamiang.
1 hal yang gue rasa saat berada di gedung ini adalah gue berasa bebas kayak gak punya masalah. Gedung ini benar – benar tempat yang amat cocok buat gue mungkin juga orang lain yang ingin mencari tempat untuk berdiam diri, merenungi keadaan yang gak sesuai dengan keinginan. Berdiam seorang diri menatap sekeliling dari gedung yang kalo doi bisa ngomong mungkin doi juga bakalan berkeluh kesah akan nasibnya yang gak jelas. Apakah doi akan dilanjutkan proses pembangunannya atau hanya menjadi gedung dengan tiang – tiang pondasi kokoh yang semakin hari semakin kumuh oleh semak belukar. 
suasana ruko - ruko dari kejauhan
Sampe postingan ini gue buat gedung ini masih sendirian dengan ketidakpastian. Masalah gak bisa selesai dengan berdiam diri namun dengan berdiam diri ditempat yang sepi terkadang membuat kita bisa berpikir lebih jernih dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Dan gedung ini bakalan terus gue datengin sampe gue bosan. Kelak suatu hari gue bakalan datang dan melihat gedung ini lebih gagah lagi tanpa semak belukar lagi. AMIN.

0 komentar:

Post a Comment