Monday, 19 May 2014

Menyambangi Istana Benua Raja

Ransel Ijo +62 – hai sob masih jalan – jalan nih dari lanjutan postingan kemarin Mengintip Sejarah Istana Karang Aceh Tamiang . kali ini gue berkesempatan buat mengunjungi Istana Benua Raja yang juga masih menjadi bagian dari KerajaanTamiang. Istana Benua Raja  sendiri berada jauh dari Istana Karang. Sesuai namanya nih sob Istana Benua Raja terletak di kawasan Benua Raja Aceh Tamiang. gak jauh dari Pasar Tradisional Kota Kualasimpang.
Tadinya sih gue Cuma mau bikin artikel tentang IstanaKarang doang. Iseng – iseng Tanya sama temen kerja tentang sekilas mengenai Istana Karang. Dari obrolan gue dengan temen gue itu barulah gue tau kalo di Aceh Tamiang ada 2 istana sob. gue pun makin penasaran. Kalo ada 2 istana jadi 1 istana lagi berada dimana??
Istana Benua Raja dibagian terasnya

Istana Benua Raja dari halaman depan

Kondisi Istana Benua Raja saat ini

Istana Benua Raja sangat terawat
Nah dari penuturan doi kalo 1 istana lagi berada persis di samping rumah doi di Benua Raja. Dari doi juga gue baru sadar kalo bokap doi adalah keturunan dari RajaTamiang yang sekarang ini masih hidup. Wow !!! gue kaget dong sob. kesempatan banget buat bisa ngobrol dan mengetahui lebih banyak lagi mengenai sekarah Kerajaan Tamiang dari bokapnya temen gue.
siang itu , Selasa, 22 April 2014 di jam istirahat siang. Temen gue mengajak gue kerumahnya buat ngelihat langsung kondisi IstanaBenua Raja. Gue baru sadar kalo gue pernah lewatin jalan dimana Istana Benua Raja ini berada. Sesampainya dilokasi sembari bercerita, doi memaparkan kalo Istana Benua Raja saat ini dihuni oleh adek dari bokapnya, yakni paman doi. Sekilas Istana Benua Raja mirip dengan rumah biasa. Tetapi design bangunannya sangat berbeda dengan design rumah – rumah pada umumnya. Istana Benua Raja sendiri tidak dikelola oleh Pemerintah Aceh Tamiang sob melainkan di kelola oleh para ahli waris keturunan Kerajaan Tamiang yang masih ada sampai saat ini. Bokap temen gue itu gak tinggal di Istana Benua Raja. Beliau lebih memilih tinggal bersama keluarganya di rumah sendiri yang berada beberapa meter dari Istana Benua Raja.
Tadinya temen gue mengajak masuk buat lihat - lihat kondisi bangunan didalam Istana Benua Raja. Karena Istana Benua Raja ditempati oleh pamannya jadi kita harus minta izin buat masuk. Setelah beberapa kali mengucapkan salam paman doi gak keluar – keluar dari dalam Istana Benua Raja. Kita pun mutusin buat mendokumentasikan aja Istana Benua Raja berikut pendopo yang berada di sebelah istana.
Sehabis mendokumentasikan Istana Benua Raja, temen gue mengajak masuk kerumah doi buat ketemu sama bokap dan nyokapnya.
Alhamdulillah mereka welcome banget dengan kedatangan gue yang berniat buat mengetahui lebih jelas tentang Istana Benua Raja. Bokap doi yang kebetulan saat itu sedang dalam keadaa kurang sehat dengan senang hati menjelaskan secara singkat tentang dirinya yang saat ini menjadi keturunan yang tersisa dari Kerajaan Tamiang. menurut beliau yang bernama lengkap Teuku Hafiz, SH ini sebenarnya Aceh memiliki beberapa raja dari beberapa daerah di Aceh. Salah satunya adalah beliau dari Kerajaan Tamiang. Ditambahkan juga oleh istri beliau bahwa sejak  menjadi Raja Tamiang yang tersisa , beliau sering di undang ke Kerajaan Malaysia untuk menerima pernghargaan serta pengakuan sebagai keturunan dari Kerajaan Tamiang yang masih tersisa. Beliau juga sering menghadiri undangan dari Banda Aceh saat ada pertemuan dengan para keluarga kerajaan yang ada di Aceh berbagai pertemuan sering beliau hadiri.
Dari beliau jug ague berkesempatan buat melihat bukti – bukti otentik silsilah keluarga Kerajaan Tamiang terdahulu sampai saat ini. Gak Cuma itu sob, gue juga di perbolehin ngelihat sertifikat pengahargaan dari Kerajaan Malaysia yang beliau peroleh. Selain itu juga ada sebuah plakat penghargaan dari Sultan Malaysia yang Alhamdulillah gue bisa lihat. Dan beruntung banget gue boleh mendokumentasikan plakat tersebut.
Pendopo Istana Benua Raja

Istana Benua Raja tampak samping
Sebenarnya gak sembarangan orang bisa melihat semua dokumen otentik yang dimiliki oleh bapak Teuku Hadiz SH selaku keturunan Kerajaan Tamiang yang masih tersisa saat ini. Sebagai raja doi pun tetap menjaga nama baik Kerajaan Tamiang hingga sekarang. Berikut daftar silsilah keluarga Kerajaan Tamiang yang gue baca dari dokumen beliau yang Alhamdulillah boleh gue publikasikan di blog gue ini , Check it’s out !!!  
Raja Pucok Suloh @Raja Muda Tamiang ke 1
I
Raja Po Pala @Raja Muda Tamiang Hulu ke 2
I
Raja Po Dewangga @Raja Muda Tamiang Hulu Ke 3
I
Raja Muda Teumo
I
Raja Muda Sedia @Raja Muda Sedia Tamiang  Kerajaan Teuming Ke 1 , yang berperang menghadapi bala tentara Kerajaan Hindu Majapahit dibawah pimpinan perang Mahapatih Gajah Mada. Beliau juga yang selanjutnya menyatukan Kerajaan Tamiang dan Kerajaan Islam Samudera Pasai yang dipimpin oleh Sultan Zainal Abidin Malikuzzahir , Sultan ke 5 @ tahun 783 – 864 H/ 1383 – 1483 , dari Kerajaan Samudera Pasai dan selanjutnya berhasil mengalahkan serta mengalahkan bala tentara Kerajaan Hindu Majapahit.
I
Po Mala Jadi di Keureuto
I
Po Alam
I
Po Midin Zainal Abidin
I
Po Meuram / Imran
I
Raja Muda Po Geumpa Alam Syah (yang berkawin dengan Putri Seri Meurun Binti Raja Pendekar Seri Meukuta @Raja Muda Tamiang)
I
Raja Muda Po Banda @Raja Muda Tamiang Hulu
I
Raja po Peurum (Muhammad Rum )@Raja Muda Tamiang Hulu di bawah Karang
I
Raja Po Nita @Raja Muda Tamiang 1070 – 1112 H / 1660 – 1700 M
I
Raja Po @ Raja @Raja Muda Tamiang ke 3 1142 – 1184 H / 1730 M
I
Raja Po Bahna @Raja Muda Tamiang ke 5 , … - 1252 H / … - 1836 M
I
Raja Po Seupot @Raja Muda Tamiang
I
Teuku Raja Ma’an @Raja Muda Tamiang ke 10
I
Teuku Raja Habsyah @Raja Muda Tamiang ke 11
I
Teuku Badlisah @Teuku Raja Sulung @Raja Muda Tamiang ke 12
I
Teuku Amir Hamzah
I
Teuku Hafiz , SH [Beliau adalah keturunan Raja Tamiang yang tersisa saat ini yang sempat gue wawancara dirumahnya di Benua Raja]
Dan silsilah diatas di terbitkan di Istana Benua Raja, Selasa 7 Shafar 1430 H / 3 Februari 2009 M di Kualasimpang – Aceh Tamiang – Atheh Darussalam dan ditanda tangani langsung oleh beliau Teuku Hafiz, SH Ibni Almarhum Teuku Amir Hamzah Ibni Almarhum Teuku Badlisah @Teuku Raja Sulung Ibni Almarhum Teuku Raja Habsyah serta diketahui dan ditanda tangani oleh KepalaDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Tamiang.
Halaman depan Istana Benua Raja

Tampak depan Pendopo Istana Benua Raja

Istana Benua Raja dari seberang jalan
Seperti itulah susunan silsilah keluarga kerajaan yang oleh istri beliau tunjukkan ke gue disela – sela bincang – bincang siang itu. Temen gue juga menambahkan kalau saat kondisi kesehatan ayahnya sedang tidak sehat dan sedang dalam proses pengobatan karena menderita penyakit yang gak bisa gue jabarin disini karena ini bersifat privasi dari keluarganya temen gue sob. gue doain semoga bapak Teuku Hafiz, SH bisa segera pulih kesehatannya. AMIN.
Bapak Teuku Hafiz,SH (memakai baju melayu warna biru) saat pertemuan di Malaysia

Teuku Hafiz , SH

Salah satu plakat yang ada di ruang tamu beliau
Kondisi kesehatan beliau yang sedang tidak dalam keadaan baik membuat gue gak bisa berfoto bersama beliau. Sebagai gantinya Istri beliau menunjukan beberapa album foto saat beilau mengikutin acara penerimaan penghargaan dari Kerajaan Malaysia.
Sambil berbincang – bincang tentang Aceh Tamiang dan Aceh secara umumnya, gue dan temen gak terasa harus segera kembali ke RSUD Aceh Tamiang karena waktu udah menunjukkan pukul 14.00 WIB.

Ini adalah pengalaman langka buat gue bisa mewawancari keturunan sebuah kerajaan di Aceh Tamiang. thanks banget buat Kak Iwa yang udah mengajak gue kerumahnya dan bertemu dengan bokapnya bapak Teuku Hafiz dan nyokapnya yang senang hati menjelaskan banyak hal tentang Kerajaan Tamiang. lain kali gue bakalan datang lagi J

10 comments:

  1. Replies
    1. Alhamdulillah lihat kampung halaman disini

      Delete
  2. boleh kah saya dapat alamat emailturunan raja tamiang
    trmksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. keturunannya tidak punya email,,,maaf

      Delete
  3. ralat kata tante saya, bukan Teuku, tapi Tengku, tante saya anak 8 dari Tengku Amir Hamzah, dan saya cucunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. moga kamu bisa mambagi sejarah tentang kakek kamu ya :) ,,,

      Delete
  4. sedikit tambahan adik kandung dari T. Amir Hamzah masih ada yang hidup dan tinggal di Jakarta . Beliau bernama T. Syarifuddin, anak no.3 dari Tengku Raja Sulung ( Tengku Badlisyah) Ibni Tengku Raja Habsyah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih ya bg waii atas tambahan informasinya,,jadi makin nambah pengetahuan sejarah keluarga kerjaan Aceh Tamiang. moga semakin banyak yg saya ketahui bisa saya rangkum dalam buku agar semua warga Tamiang tahu dengan benar dan komplit tentang sejarah kerajaan Aceh Tamiang beserta silsilah keluarga kerajaannya yg benar.AMIN

      Delete