Friday, 24 April 2015

Looking For Carrefour Medan Fair


Ransel Ijo +62 - Selesai bersih – bersih gw berjalan ke arah kerumuman angkutan kota Medan. Karena ini adalah pengalaman pertama gw menuju Kualanamu International Airport Deli Serdang jadi gw mesti Tanya sana sini dulu gimana caranya biar bisa sampe sana. Dari informasi yang gw dapat di google, ada beberapa cara untuk bisa menuju Kualanamu International Airport Deli Serdang. Pertama loe bisa naik Bus Damri dari Carrefour Medan Fair menuju Kualanamu International Airport Deli Serdang dengan membayar ongkos sebesar Rp. 15.000,- sekali jalan. Dan bisa juga naik dari Terminal kota Binjai dengan membayar tiket seharga Rp.30.000,- atau naik dari Terminal Amplas Medan dengan membayar Rp.10.000,-.
Setelah gw pikir – pikir maka gw mengambil opsi yang pertama yakni naik Damri dari Carrefour Medan Fair aja. Soalnya Cuma lokasi ini yang gw tahu dari kedua opsi lainnya. Oke sekarang tinggal mikir gimana caranya naik angkot menuju Carrefour Medan Fair. Nah disinilah masalahnya sob. Gw kan gak ngerti naik angkot di kota Medan. Gw pun bertanya dengan beberapa orang yang berada di sekitaran perempatan Pinang Baris dan Gatot Subroto. Orang pertama yang gw Tanya adalah seorang penjual sandal yang sedang berdiri didepan tokonya. Seorang wanita yang gw tanyai mengaku dirinya pun gak tahu naik angkot nomer berapa buat bisa sampe ke Carrefour Medan Fair. Doi berasalan lebih sering naik sepeda motor kalo mau kemana – mana ketimbang naik angkot. Sampe disitu gw masih cari orang lain buat nanya. Pas lagi jalan gitu gw ngelihat ada Pos Polisi Lalu Lintas, muncul lah ide buat bertanya sama pak polisi. Udah pasti informasi dari pak polisi bakalan valid dan gak bikin gw nyasar lagi. Namun dpintu Pos Polisi Lalu Lintas berdiri seorang wanita muda yang gw perkirakan seumuran gw sedang bertanya soal angkutan umum. Gw coba nguping disitu Jpeople. Pas doi keluar gw coba cegat dan bertanya. Ternyata doi juga bertanya sama pak polisi angkot nomer berapa yang menuju ke Carrefour Medan Fair. Dan menurut doi si pak polisi bilang naik aja angkot no. 65 dijamin sampe  Carrefour Medan Fair. Alhamdulillah banget ya bisa sama tujuan naik angkotnya. Akhirnya kita berdua sepakat buat barengan naik angkotnya. Kita berdua menyeberang ke arah jl. Gatot Subroto dan melihat – lihat angkot no.65. kebetulan didepan kami berkerumunan angkot – angkot dengan berbagai nomer dan trayek. Kami dapati sebuah angkot bernomer 65 dan segera menaikinya. Begitu naik si supir bilang angkotnya gak melewati Carrefour Medan Fair. Kami pun disarankan buat naik angkot no.64. karena gak mau malu lagi disuruh turun sama supir angkot maka sebelum naik ke angkot no.64 kami pun bertanya dulu sama supir angkot no.64 apakah angkotnya melewati Carrefour Medan Fair. Alhamdulillah lewat sana Jpeople. Kami pun naik. Dan Cuma ada kami berdua didalam angkot tersebut. Sampai di atas angkot kami pun berkenalan sembari tertawa karena malu akibat salah naik angkot padahal informasi angkotnya kami dapat dari pak polisi. Duh pak polisi gak pernah naik angkot juga kali ya.
Doi mengulurkan tangannya seraya menyebut namaya “Fitri”. Gw pun menyambut tangannya sembari mempekenalkan diri gw. Kami banyak bercerita soal transportasi kota Medan. Doi mengaku selama ini selalu naik sepeda motor tiap kali ke Medan jadi pas kebetulan doi kali ini gak bawa sepeda motor dan harus naik angkutan umum. Selain itu kita berdua juga bercerita soal kegiatan masing – masing. Buat gw Fitri tipikal orang Medan yang ramah, baik dan sopan banget. Baru pertama kali gw nemuin orang Medan sebaik dan sesopan Fitri. Bukan berarti temen – temen gw yang tinggal di Medan gak ramah ya. Puas bercerita kami pun terdiam dalam larutnya kemacetan kota Medan sore itu. Lumayan lama kita berdua diam dalam kemacetan. Hingga akhirnya si supir angkot bilang kalo kita harus turun kira2 100 meter dari Carrefour Medan Fair karena didepan ada kemacetan yang cukup parah. Mau gak mau kita pun turun. Sebenarnya tujuan kami udah dekat jadi gak masalah buat jalan kaki. Dari jauh juga udah kelihatan Carrefour Medan Fair. Kami pun berjalan sambil kembali bercerita tentang hobi masing – masing. Gw sempat nanyain apa doi tahu blog. Doi bilang doi tahu dan pernah punya blog tapi gak aktif lagi. Fitri sangat enak di ajak ngobrol. Dan doi bukan tipe orang yang sombong untuk berkenalan dan berbagi cerita dengan orang baru kayak gw. Begitu pun gw. Sore itu gw emang nge-trip sendiri tapi justru dengan nge-trip sendiri gw jadi punya kesempatan buat bertemu orang baru dan menggali informasi dari mereka. Meskipun gw punya banyak teman yang tinggal di Medan yang bisa aja membantu gw sore itu.
Sampai di perempatan Carrefour Medan Fair dan Medan Fair kami pun berpisah. Tapi sebelum itu kita sempat bertukar nomer kontak dan sempat berfoto. Siapa tahu nanti pas ketemu lagi kita bisa lebih banyak lagi berbagi cerita dan pengalaman masing – masing. Sore kami melanjutkan tujuan kami secara terpisah, gw ke Carrefour Medan Fair dan doi ke Medan Fair. Thanks Fitri untuk perkenalannya.
Oh ya mau tahu gimana cerita lanjutan gw ke Kualanamu International Airport Deli Serdang??
Sambit dipostingan berikutnya ya ^_^
Salam Ransel Ijo +62

0 komentar:

Post a Comment