Wednesday, 29 April 2015

Tidur di Kualanamu International Airport



Ransel Ijo +62Hai Jpeople gw balik lagi nih buat ngelanjutin cerita trip singkat gw minggu lalu. Padahal gw udah sering banget nge-trip ke Medan. Tapi selalu ada banyak cerita yang gw pulang dan bagikan di blog gw tersayang ini. Gak peduli ada yang baca atau gak tapi rasanya seneng aja bisa membingkai perjalanan gw ke dalam tulisan amatiran ini. Bisa jadi buat loe yang suka nge-trip pasti selain oleh – oleh makanan dan cendramata pasti selalu ada cerita kan untuk dibawa pulang.
Masih tentang 2 backpacker yang ngebacot panjang lebar di ruang tunggu lantai 3 Bandara Kualanamu International Airport Deli Serdang. Mungkin karena ini adalah pertemuan pertama gw dan Nandhi jadi banyak cerita yang pengen saling kami bagi antar sesama backpacker. Bahkan tanpa sadar kami telah melewatkan berjam – jam hanya untuk bercerita , tertawa dan kadang sesekali membahas hal – hal serius dan rencana kedepan untuk perkembangan backpacker di masa yang akan datang.
Dalam keakraban itu tiba2 seorang ibu menghentikan obrolan kami dengan pertanyaannya.
dek,,,Mushalla dimana ya??” *bicara pelan dengan logat bataknya yang kental dan sopan.
hhm..dimana ya,,kamu tahu gak??” * ucap gw ke Nandhi.
ada sih tapi gw belum lihat dimana lokasi mushallanya. Ibu mau terbang malam ini?” *Tanya Nandhi balik.
gak, ibu aturannya terbang besok sore tapi tiba – tiba ibu dapat kabar penerbangan di percepat besok tapi jam 9 pagi. Jadi ibu buru – buru lah kemari takut telat besok ibu”, * jawabnya dengan lugas dan masih dengan logat bataknya.
hhm…kita ke mushallah aja yuk bareng ibu ini, udah malam banget nih. Sekalian istirahat.”, *ucap gw seraya memeluk Ransel Ijo +62 gw.
ya udah yuk bu barengan aja ke mushallanya.”, ajak Nandhi yang segera memanggul tas ransel gedenya bersama beberapa tentengan oleh – oleh bika ambon yang dibelinya sewaktu singgah di kota Medan.
Kami pun sepakat bertiga mencari dimana keberadaan mushallah untuk shalat dan istirahat. Namun sebelum itu kami menuju toilet dulu. Gw menemani si ibu yang pengen banget ke toilet.
Beres dari toilet kami sempat berpas – pasan dengan backpacker asal Rusia. Gw gak tau apa mereka couple backpacker atau bersaudara or temenan. Kami sempat mengobrol kecil waktu itu karena waktu gw dan si ibu keluar toilet, si Nandhi lagi beli sesuatu di salah satu minimarket yang buka 24 jam malam itu. Setelah berkenalan gw baru tahu nama mereka Sasha Shanti. Kami juga sempat bertukar nama facebook saat itu. Bahasa inggris gw emang gak seberapa tapi lumayanlah buat komunikasi. Lagi asik ngobrol dan sempat canda –canda kecil meski gak nyambung kami pun berfoto bareng mereka. Gak ketinggalan si ibu juga ikutan foto.

Mushalla tempat gw dan juga penumpang lainnya istirahat

ya himbauan yang gw baca pertama kali masuk mushalla
Pisah dari backpacker Rusia kami pun berjalan menuju ruangan lain. Nandhi menemukan sebuah lift dan kami pun masuk ke dalam lift lalu turun ke lantai 1. Masih bingung dimana letak mushalla di bandara ini. Setelah keluar lift kami belok ke kiri dan menemukan ruangan bertuliskan mushalla. Alhamdulillah ketemu juga. Gw dan si ibu langsung masuk untuk beristirahat. Sementara Nandhi berdiri di salah satu pilar yang ada diluar mushallah untuk mencharge gadgetnya.
Mushallah yang gw tempati bersama si ibu ini adalah 1 dari sekian banyak mushalla yang ada di Bandara Kualanamu International Airport. Menurut salah seorang Couchsurfer Medan Bandara Kualanamu International Airport memiliki beberapa mushalla yang bisa dipakai tidur oleh calon penumpangpesawat . Sebelum gw tahu seluk beluk tidur di Bandara Kualanamu International Airport, gw sempat nanya ke salah satu Couchsurfer Medan apakah tidur di Bandara Kualanamu International Airport bakalan di usir sama petugas keamanan. Doi menjawab selama doi bekerja disana belum pernah ada pengusiran buat calon penumpang yang tidur di Bandara Kualanamu International Airport. Dari situ gw baru tahu kalo Couchsurfer Medan ini merupakan karyawan di bandara tapi gw gak tahu dibagian apa. Informasi dari doi emang bermanfaat banget.
Balik soal si ibu tadi. Begitu masuk kami berdua langsung tiduran. AC yang sangat dingin bikin kami gak bisa tidur. Mushalla ini di lengkapi dengan mukena, sarung dan Alqur’an yang terletak di sebuah lemari kaca di sudut ruangan. Dan ruang shalat wanita dan pria di pisahkan oleh tirai yang terbuat dari kain. Tepat disebelah kanan shaf wanita berdampingan dengan tempat untuk wudhu yang tidak diberi pintu hanya tembok pembatas  yang dilengkapi dengan akses masuk kecil di sisi kiri dan kanan saja yang menjadi pemisah antara ruang shalat dan tempat wudhu.
Hal pertama yang gw lakukan ketika berada di dalam mushalla adalah mencari colokan listrik untuk mencharge baterai kamera gw. Jam udah menunjukan pukul 22.15 WIB. Malam itu gw ngobrol panjang lebar bersama si ibu. Beliau bercerita kalo ini adalah pengalaman pertamanya naik pesawat ke luar negeri. Setelah sebelumnya beliau biasa menggunakan kapal feri dari pelabuhan menuju Malaysia. Dari obrolan itu gw baru tahu kalo beliau ini berasal dari Tanjung Balai.  Gw gak tahu dimana itu Tanjung Balai tapi yang pasti itu pasti jauh banget Jpeople. Sebenarnya doi akan terbang ke Penang tempat anaknya berada. Kebetulan beliau sekalian liburan disana dan akan kembali lagi ke Medan pada tanggal 1 Mei 2015. Dari cerita yang beliau paparkan ternyata ini bukan pertama kalinya beliau ke Malaysia. Hanya saja beliau biasa naik kapal ferry ketimbang naik pesawat. Banyak hal yang beliau ceritakan mulai dari salah satu daerah yang merupakan tujuan wisata gw dan travelmate gw entar pas liburan Oktober 2015. Putrajaya. Yup, Putrajaya adalah pusat dari pemerintahan Malaysia. Sementara Kualalumpur adalah ibukota dari Malaysia. Gw benar – benar seneng malam itu sampe gak nyadar waktu udah melewati tengah malam. Rasanya energy malam itu gak ada habis – habisnya. Biasanya kalo dirumah gw udah nguap – nguap dan ketiduran pas habis isya. Tapi kali ini beda Jpeople. 1 per 1 cerita tentang wisata Malaysia yang beliau ceritakan bener – bener bikin gw bersemangat untuk terus mendengarkan dan bertanya banyak hal tentang itu. Rasanya gw gak sabar buat cepat – cepat bulan Oktober aja buat liburan.
Tempat wudhu wanita didalam bandara Kualanamu

Sesekali gw ngelihat baterai kamera yg gw charge belum juga penuh. Nyaris 4 jam dan selama itu gw ngobrol bareng si ibu dengan berbagai posisi. Mulai dari duduk dan ketika lelah kami pun memutuskan untuk berbaring di atas sejadah mushallah yang terbentang. Dengan tas kami masing – masing sebagai bantalnya. Saat itu entah sangking semangatnya kami ngobrol , seorang polisi yang ada di shaf pria mengintip kami dari balik tirai dan bertanya kami mau kemana. Kami menjawab kalo kami terpaksa menginap di mushalla karena ada penerbangan esok pagi. Si polisi pun gak banyak komentar dan membiarkan kami.
Pukul 01. 45 WIB kalo gw gak salah ingat, seorang pria muda menyibak tirai kami dan meminta untuk menjaga tasnya karena doi mau ke minimarket beli roti. Kami gak ketinggalan untuk menitip membeli roti ke doi. Malam itu kami isi dengan obrolan sambil makan roti. Pukul 2 pagi lebih beberapa menit kami pun tertidur berbalut sarung dan mukena yang kami selimutkan ke tubuh kami masing – masing. Mencoba melawan dinginnya AC mushalla yang mengalahkan dinginkan kulkas dirumah gw. Asli gw dan si ibu gak bisa tidur. Gw sendiri sesekali menarik sweater dan sarung yang gw kenakan ke badan gw untuk mengurangi dingin yang ada. Tapi tetap aja dngin.
Alhasil kami gak tidur hingga pukul 4 dan terbangun. Lanjutannya ngutang dulu ya, besok lanjut lagi. Capek banget nih ….
Sampai ketemu besok ya Jpeople ^_^

11 comments:

  1. saya pernah tidur di pelabuhan Port Klang Malaysia Buk.. he.he.. waktu pas mau pulkam dua hari sebelum hari raya, karena saya datang terlambat g dikasi naik kapal lagi, dan kalu g mau telat disuruh tidur di disitu untuk nunggu kapal berikutnya besok pagi. setelah naik atas kami g dikasi keluar hingga besok paginya. saya sampai kampung pada ketika itu pas pagi hari raya.. :'(

    itu dia kisah saya, bukan dibandara ya..

    www.zulmasri.com | www.cibuka.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sedihnya ya kamu menghabiskan waktu menjelang lebaran dengan menunggu di pelabuhan dan kembali menunggu di kapal hihihihihi gpp jadiin pengalaman aja ya,,

      Delete
  2. Di kualanamu kalua tengah malam masih ada orang berkeliaran ya??? Soalnya pernah arrival jam 9 malam udh gk ada orang. Oya tidur di kualanamu aman ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih ada kok cuma gak serame siang karena kan tengah malam udah jam terakhir penerbangan dan kedatangan jadi yg buka palingan cuma Indomaret doang. yup emang aman banget kalo tidur disana.

      Delete
  3. mau tanya donk di mushalla itu emang banyak yg lain juga yg tidur kah? takut kalo cuman sendiri... terus ada toilet juga gak selain kran buat wudu...
    kalo mesti keluar lagi nyari toilet lumayan beribet juga kalo bawaan banyak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya lumayan ada beberapa orang yg tidur disitu gak rame banget sih 1 atau 2 orang ada yg tidur disitu. toiletnya ada disebelah kiri dari mushalla dan kita harus keluar dulu dari mushalla kalo mau ke toiletnya. kalo untuk wudhu tempatnya persis didalam mushalla dibagian sudut mushalla dipisahkan oleh dinding biar arinya gak muncrat ke dalam karpet mushalla. itu toilet yg ada dilantai 1 KNIA ya didepan pintu kedatangan dalam negerinya. gak tahu dengan mushalla yg ada dibagian lainnya. tapi kalo mau aman kamu bisa juga tidur di lantai 2 KNIA disebelah starbuck disitu ada tempat duduk biasa dipake sama turis backpacker buat tidur. fasilitasnya diarea itu ada wifi gratis dan toilet berada persis didepannya. waspada sama barang bawaan. ini Medan jadi kamu harus selalu waspada. ^_^ enjoy ur trip ya

      Delete
    2. makasi ya tips nya...
      berhubung terbang sendiri untuk pertamakalinya rada was2 dan parno hehehe
      coba kalo ada tempat penitipan barang pasti lebih enak lagi...

      Delete
    3. sama - sama ^_^ ,,, selalu waspada aja ya

      Delete
  4. Klu sampai lewat malam di airport.masih ada bas tak pergi kota medan atau tidor ajr dulu besok sore terus pergi kota....

    ReplyDelete
  5. Klu sampai lewat malam di airport.masih ada bas tak pergi kota medan atau tidor ajr dulu besok sore terus pergi kota....

    ReplyDelete
    Replies
    1. bus x de ,, kamu bisa tido di airport. esok pagi lanjut naik bus ke kota. hemat biaya hotel ^_^

      Delete