Saturday, 2 May 2015

Fly High From KNIA



Ransel Ijo +62 – Nyambung lagi dari utang postingan yang kemarin. Panjang emang tapi ya ginilah kalo jadi blogger harus konsisten nulis dan gak Cuma nulis pas ada event doang. *sorry gak maksud nyindir.
Dinginnya AC mushalla emang kejam banget Jpeople. Kayak yang gw certain di postingan sebelumnya, asli gw gak tidur. Demikian juga si ibu. Pukul 04.15 WIB gw terbangun dan ngelihat si ibu udah ganti baju baru. Ternyata beliau gak bisa tidur juga dan langsung bersih – bersih di toilet dan ganti baju. Berhubung gw juga gak bisa tidur, gw pun bangun dan langsung ke toilet buat bersih – bersih. Bicara soal Toilet Bandara Kualanamu International Airport Deli Serdang, okelah lumayan bersih untuk kelas bandara international.
Usai bersih – bersih dan bersolek di dalam mushalla, kita berdua dilanda kelaparan. Kita pun mutusin buat keluar dari mushalla dan bergegas keluar sekalian mencari keberadaan Nandhi yang semalam gak tahu tidur dimana. Usut punya usut Nandhi ternyata tidur di ruang tunggu tempat semalam kami ngobrol. Dan doi ternyata tidur barengan backpacker Rusia.
Pagi itu usai adzan subuh gw bareng si ibu nunggu di luar mushalla sambil mikir kemana harus cari trolley buat ngangkut barang2 bawaan kita yang super berat.
Si Ibu berfoto dengan latar belakang replika Mesjid Raya Al - Mashun Medan dibandara KNIA


Dan ini foto beliau dengan replika Istana Maimun
Pas waktu lagi duduk si ibu permisi bentar buat cari trolley. Dan gak pake lama si ibu udah balik dengan membawa trolley. Si ibu emang canggih banget. Meski ini adalah sama – sama pengalaman pertama kami berdua berkunjung ke Kualanamu International Airport tapi gw akui si ibu lebih berani buat muter – muter ruangan yang ada di dalam bandara ketimbang gw Jpeople. Dapet trolley udah, saatnya sarapan. Tapi pagi itu gw putusin buat gak sarapan. Gw Cuma nemenin si ibu sarapan aja cause si ibu takut kena magh di pesawat soalnya penerbangan si ibu jam 9 pagi. Ngomongin soal café sih lumayan banyak café yang buka di bandara ini Jpeople. Tinggal pilih aja mau makan dimana. Dan siapin kantong yang tebal ya soalnya harga menu makanan disini lumayan mahal untuk 1 porsinya. Tingkat untuk menu sarapan pagi aja harganya diatas 30 ribu rupiah. Belum teh dan kopi yang kemungkinan harganya di atas 10 ribu rupiah. Soal rasanya sih mungkin sama lah kayak yang biasa kita beli diluar bandara. dan ini gak recommended banget buat loe yang berstatus backpacker gembel or backpacker budget kayak gw dan Nandhi.
Tapi gak usah takut kelaparan di Bandara Kualanamu International Airport Jpeople cause masih ada minimarket kayak Indomaret dan Alfamidi yang jualin makanan kayak mi instan cup dan beberapa roti yang bisa nyelamatin perut loe yang kelaparan. Pagi itu usai sarapan gw sms-in si Nandhi nanya dimana keberadaan doi sekarang. Ternyata doi masih ditempat yang sama. Duduk di ruang tunggu. Gw bareng si ibu duduk bareng doi lagi. Pagi itu masih pukul 7 lewat beberapa menit tapi aktifitas bandara udah rame banget. Sepertinya pagi itu banyak yang akan pergi menggunakan pesawat. Mulai dari yang rombongan sampai sendirian kayak kami bertiga.
System check in di sini adalah calon penumpang check in dulu di masing – masing counter maskapai yang mereka gunakan. Lalu mereka akan mendapatkan boarding pass. Bagi yang akan melakukan perjalanan keluar negeri maka diharuskan melakukan clear imigrasi terlebih dahulu. Usai mendapat boarding pass dan clear imigrasi maka penumpang harus melewati pintu yang didepannya ada penjagaan pihak keamanan bandara. untuk bisa melewati pintu tersebut penumpang harus men-tap barcode yang ada di boarding pass mereka ke mesin tap yang ada disisi kanan pintu. Setelah pintu terbuka maka calon penumpang bisa masuk lalu menuju ke ruang tunggu bandara.
Sekali lagi karena ini adalah pengalaman pertama gw dan si ibu jadi kita baru tahu semua prosedur check in pagi itu juga. Hebat kan?
Salah satu ada di dalam bandara KNIA


Para calon penumpang yang sedang melewati pintu pemeriksaan
Berhubung jam udah menunjukkan pukul 8 maka gw nyaranin si ibu buat buruan check in supaya gak kelamaa di clear imigrasinya. Saat itu juga si ibu berlalu dari hadapan kami dan kami pun saling berpamitan. Dan mendoakan supaya si ibu selamat sampai tujuan.
Gak berselang lama si ibu kembali dan dalam kondisi udah mau ke boarding room. Dan sinilah akhir dari pertemuan gw, Nandhi dan si Ibu. Kami kembali berpamitan dan mengakhirinya berfoto bersama.
Selamat jalan ibu, makasih udah mau berbagi pengalaman perjalanannya.
Karna ceritanya panjang maka gw sambung besok lagi ya Jpeople ^_^

0 comments:

Post a Comment