Friday, 12 February 2016

Jogging Santai di Taman Saujana Hijau



Ransel Ijo +62Pagi pertama di Shah Alam gw awali dengan bangun telat dan gak sempat shalat. Malam sebelumnya kita bertiga janji buat bangun lebih awal agar gak kesiangan buat jalan – jalan di Putrajaya. Tapi kenyataan gw bangun telat. Pas gw buka mata gw lihat Tamina baru aja siap mandi. Gw gak tahu apa gw yang telat bangun atau Tamina yang segan buat banguni gw. Jadi malu nih bangun telat. Beranjak dari tempat tidur gw berjalan menuju ransel ijo gw buat ngambil perlengkapan mandi. Saat itu Tamina menyapa gw dengan senyum ramahnya. Menanyakan apakah tidur gw nyenyak. Rasanya nyenyak banget sob. Meski gw gak bisa bohong kalo kaki kiri gw masih terasa sakit banget. Selepas mandi gw pun turun menyusul Tamina dan kak Haziqah untuk sarapan. Pagi itu kita sarapan bareng ibunya kak Haziqah. The manis hangat bersama karibab semacam kue tradisional Malaysia. Semacam kayak kroket gitu sob. Rasanya enak banget sob. Usai sarapan gw pamitan sama ibunya kak Haziqah dan kedua adeknya. Menyenangkan bisa berada ditengah mereka walau Cuma 1 malam.




Gw, Tamina dan kak Haziqah segera meluncur ke Putrajaya. Selepas hujan semalam matahari dengan hangatnya menerpa mobil metalik yang dikemudikan kan Haziqah. Kak Haziqah merupakan couchsurfer yang sangat baik. Selain membolehkan gw untuk tinggal dirumahnya, doi juga dengan baik hati menemani gw berkeliling Putrajaya hari itu. Spot pertama yang kami datangi adalah Taman Saujana Hijau Presint 11. Kami masuk dari pintu gerbang disamping Balai Polis 8 Putrajaya.
Setibanya disana tampak beberapa pengunjung tengah melakukan olahraga bersama. FYI ya sob Taman Saujana Hijau terletak di sebuah bukit yang ditumbuhi pohon – pohon cemara yang ditata apik. Jogging track berwarna merah yang mengelilingi Taman Saujana Hijau membuat Tamina gak sabaran buat jogging. Sementara gw dan kak Haziqah memilih untuk berjalan santai mengitari Taman Saujana Hijau dengan santai sembari melupakan kejadian pahit kehilangan dompetnya kak Haziqah. 

Kawasan perumahan di Putrajaya dari balik dedaunan Taman Saujana hijau

Kabut asap yang mengepung Putrajaya dari Taman Saujana Hijau
Walaupun gw tahu kak Haziqah pasti msih kepikiran soal dompetnya yang hilang. Pemandangan hijau yang rimbun dan luas dengan view perumahan para pekerja sipil Putrajaya. Berhubung hari itu adalah hari minggu jadi wajar aja kalo Putrajaya gak terlalu ramai. Sama kayak di Indonesia akhir pekan selalu jadi hari yang ditunggu – tunggu untuk jalan – jalan bareng keluarga atau pun teman sebelum sibuk kembali dihari senin. Taman yang asri ini sangat recommended banget sob buat loe. Kalo loe jalan – jalan ke Malaysia atau lagi transit di KLIA2 loe mesti sempatin buat kesini. Dengan akses yang mudah loe bisa kesini dengan menggunakan KLIA Express dari KLIA2 ataupun dari KL Sentral. Loe bakalan turun di Putrajaya Sentral. Dari sana loe bisa melanjutkan perjalanan dengan Bus Nadiputra jurusan presint 11 dan bilang saja sama supir busnya kalo loe mau turun di Balai Polis 8. Atau kalo loe gak mau ribet loe bisa naik taksi dengan membayar biaya pemesanan taksi sebesar 2 ringgit loe bakalan dipersilahkan buat naik taksi yang udah berbaris. Biaya taksinya bergantung dari argo yang berjalan. Gw sih lebih nyaranin loe buat naik bus aja soalnya ongkosnya murah banget sob Cuma 50 sen sekali jalan. 

Gak tau apa ini tapi seperti terowongan bawah tanah gitu sob

Setibanya loe di depan Kantor Polisi Balai Polis 8. Loe cukup berjalan sedikit kearah kanan dari kantor polisi tersebut dan bakalan terlihat plang nama Taman Saujana Hijau berwarna biru. Dari situ loe tinggal ikutin aja jogginh tracknya sampai ke atas bukit. Jangan lupa bawa air mineral ya ^_^ . mau loe jogging atau Cuma jalan doang loe bakalan tetap kehausan. Kayak yang dialami sama Tamina. Gw gak tahu dia udah berlari ampe berapa keliling. Doi sangat kehausan. Untung gw bawa air mineral sejak dari rumah kak Haziqah. Dan air mineral itu pun gw berikan ke doi. Matahari bersinar cukup terang dan pemandangan disekeliling gw gak begitu bagus karena kepungan asap yang melanda Indonesia dan juga berdampak ke Negara tetangga.
Pas balik ke mobil gak sengaja nemuin ringgit disamping mobil

Parkiran pelawat alias pengunjung sob

Mengingat kejadian semalam kak Haziqah pun memutuskan untuk ke kantor polisi mengurus surat kehilangan atas semua kartu identitas yang ada didalam dompetnya yang dicopet kemarin. Doi pun minta buat ditemankan ke kantor polisi. Kebetulan disamping pintu masuk Taman Saujana Hijau terdapat kantor polisi. Puas mengelilingi Taman Saujana Hijau kami bergegas menuju kantor polisi. Untuk bisa masuk kantor polisi kami bertiga harus melapor dulu dipos penjagaan. Setelah mendapatkan tanda pengenal kami pun boleh masuk. Cctv ada dimana – mana sob. Gw gak berani buat jepret -  jepret ketika udah memasuki ruang pengaduan sob. Cctv diberbagai sudut siap merekam gerak gerik kami bertiga. Sementara kak Haziqah membuat laporan, gw dan Tamina duduk dan mengobrol lagi. Kali ini tentang Aceh dan Polisi Syariatnya. Cukup aneh mungkin buat Tamina dengan adanya Polisi Syariat ini. Tapi karena doi beragama muslim seperti gw doi mengerti banget kalo islam mengatur dengan baik cara berpakaian yang sopan menurut syariat islam.
Laporan kak Haziqah pun selesai. Kami bergerak meninggalkan Balai Polis 8 menuju tempat selanjutnya. 1 masalah udah terselesaikan.

0 comments:

Post a Comment