Monday, 7 March 2016

I Was Laman Seni 7



Ransel Ijo +62 – Siapa sih yang gak hobi Selfie dijaman KEKINIAN ini???? Hayo ngaku?? Secupu – cupu loe pasti loe juga pernah selfie kan. But postingan gw kali ini bukan tentang kenapa selfie itu jadi trend tapi gw bakalan sharing ke loe kalo ada tempat yang bikin loe bakalan selfie sampe mampus. Lebay ya gw??
Oke ceritanya nih gw udah sampe Kuala Lumpur sob. Karena gw pergi bareng temen dan keluarganya maka gw harus pinter curi – curi waktu buat jalan – jalan sendiri mengexplore sisi lain Kuala Lumpur. Jadi ceritanya gw curi – curi waktulah selepas urusan gw dengan temen dan keluarganya. Nah dikesempatan kedua mengunjungi Kuala Lumpur ini gw udah nyusun list tempat – tempat yang mau gw kunjungi. Kali ini gw gak sendiri tapi ditemani sama temen gw yang orang Aceh dan udah kerja di Kuala Lumpur. Masih ingat kan postingan gw Couple Trip to Batu Caves. Nah bareng doi gw mengexplore salah satu spot unik yang secara gak sengaja gw temuin pas gw searching di internet 1 minggu sebelum ke Kuala Lumpur. Dari informasi yang gw baca di internet gak terlalu jelas sih dimana keberadaan lokasi ini. Dan kebanyakan blogger yang mengulas tempat ini adalah blogger Malaysia. Kalo untuk foto – fotonya sih udah wara wiri di sosmed kayak instagram, facebook dan twitter anak muda Malaysia. Nama spotnya itu LAMAN SENI 7. Merasa tertantang buat bisa nemuin spot ini. gw udah janjian sama Teuku giyas. Selama di Kuala Lumpur gw tinggal di kawasan Puchong. Gw sendiri gak tahu itu dimana. Kita berdua sepakat buat ketemuan di IOI City. Semacam wahana bermain yang di lengkapi pohon – pohon bermandikan cahaya. Tempat ini baru kelihatan cantik pas malam hari saat semua cahayanya menyala. Setelah ketemuan kita pun berdiskusi sambil jalan kaki gimana caranya supaya bisa menemukan spot Laman Seni 7. 3 teksi kita stop dan hanya  ada 1 supir yang tahu persis dimana Laman Seni 7 sob. Wah senang banget begitu sang supir bilang kamu mau foto – foto kan disitu. Kenapa dinamani Laman Seni 7 karena spot ini berada di daerah Shah Alam syeksen 7. 


Untuk Laman Seni sendiri diberikan karena kawasan ini menjadi tempat anak – anak muda Malaysia mengkreasikan seni mereka pada sebuah dinding belakang pertokoan yang ada disana. jadi mereka bebas menggambar apa saja  didinding itu dan hanya menggunakan dinding bagian belakang saja sob. Waktu gw dan Teuku Giyas naik teksi dari IOI City gw pikir lokasi Laman Seni 7 itu jauh ternyata kita Cuma dibawa muter setengah lingkaran doang ama supir teksinya sob. Lah kok bisa?? Ternyata lokasinya itu ada diseberang IOI City sob yang artinya Laman Seni 7 ada didepan IOI City. Kalo dari awal gw tahu Laman Seni 7 ada didepan sana. Gw dan Teuku Giyas cukup menyeberang jalan aja dari IOI City. Huft udah rugi 5 ringgit Cuma buat muter doang. Meski pun yang bayar teksinya si Teuku Giyas tapi ya rugi aja sob aturan kan bisa hemat. Inilah yang namanya malu bertanya jadi jalan – jalan sob.
Lokasinya itu ada di balik ruko – ruko pusat jualan baju dan kain gitu sob. Kalo di Medan mungkin kayak dibelakang Medan Plaza yang tempat jualan mobil – mobil bekas gitu. Mungkin buat yang lagi belanja dipertokoan ini gak bakalan tahu kalo dibelakang ruko tempat mereka belanja ada gambar – gambar gravity sebagus ini. gak Cuma gambar doang kok sob. Ada juga gambar 3 dimensi serta properti – properti pendukung layaknya studio gitu. Semua gambar memiliki makna yang tertuang jelas dari setiap tarikan garis gambarnya. Gak Cuma itu sob setiap gambar memiliki judul yang terbingkai dengan tajuk besarnya Laman Seni 7 berikut keterangan siapa yang membuatnya.

Bermusik di dinding

Karena gambar yang dibuat menggunakan media bagian belakang dari 2 deretan ruko membuat lokasi ini seperti lorong tersembunyi. Dan jika gambarnya ditelusuri satu per satu sambil berjalan, kita seperti berada di sebuah galeri lukisan pelukis ternama. Bedanya ini diluar ruangan sob. Penghuni ruko tampak tidak terganggu dengan beberapa pengunjung yang datang untuk bisa mengambil gambar dengan kamera mereka masing – masing.


Ketika kami berdua sibuk berfoto tak tampak kerumunan orang disini. Siang itu hanya gw dan Teuku Giyas saja yang ada di Laman Seni 7. Selebihnya adalah pejalan kaki yang sengaja melewati Laman Seni 7 untuk menuju ruko lainnya. Laman Seni 7 tampak seperti jalan tikus gitu lah sob. Gambar tak hanya ada di bagian dindingnya aja sob. Tapi dipermukaan aspal yang kami pijaki pun tak luput dari gambar dan tulisan kreatif mahasiswa design grafis Malaysia ini. wah takjub gw. 
Tempat ini legal untuk mereka yang memiliki rasa seni tinggi dan mau menuangkan idenya dalam bentuk tulisan dan gambar. Meski pun begitu tempat ini gak kotor sama sekali sob. Tidak ada penunjuk pasti menuju tempat ini. 2 jam lebih kami berada di Laman Seni 7 berfoto dan bercerita. 
Selfie with family

Menikmati tiap jengkal dinding yang dipenuhi gambar – gambar penuh arti. Sejenak kami beristirahat disebuah bangku kayu. Hari udah mulai sore. Tampak beberapa orang sepertinya 1 keluarga memasuki Laman Seni 7 sembari membawa tongsis. Ada juga sepasang muda mudi. Gw rasa mereka juga sama seperti kami. Gak akan mau melewatkan 1 dinding pun untuk berfoto. Wah dobel senengnya gw hari itu sob. Seneng yang pertama gw berhasil menyelesaikan tantangan untuk menemukan dimana lokasi Laman Seni 7. Dan seneng yang kedua gw berhasil menemukan gambar – gambar koleksi Laman Seni 7 yang gw lihat di internet tempo hari. Horeeee…….saatnya untuk melanjutkan perjalanan. Masih muda wajib jalan – jalan. Manfaatkan waktu muda loe ya sob. Next post ditungguin aja ya.
Salam Ransel Ijo ^_^

0 comments:

Post a Comment