Friday, 7 July 2017

Trip Dadakan 2 Syawal 1438 Hijriah

Di Perbukitan menuju Air Terjun Bur Bulet
Ransel Ijo +62Alhamdulillah puasa udah berlalu dan Hari Raya Idul Fitri pun menanti.Sebelumnya gw mau ngucapin Minal Aidin Walfaidzin buat loe semua Jpeople. Nah kali ini gw mau share perjalanan nge-bolang gw kemarin bersama ransel kesayangan gw Ransel Ijo +62. Meski doi udah usang gw tetap sayang kok dan Cuma doi andalan gw kalau backpackeran kemana – mana. Kayak lebaran kali ini. Gw mutusin buat lebaran sambil ngetrip. Ini adalah kali pertama gw gak berlebaran bareng keluarga. Dibilang sedih ya sedih lah sob. Tapi gw coba lupain kesedihan gw dengan ngetrip dadakan ke salah satu wilayah di Aceh Tenggara yang dulu pernah gw kunjungi bareng keluarga. Bedannya dulu gw gak sempat buat explore soalnya gw dan keluarga berkunjung kesana karena ada keluarga yang bikin hajatan. Nah kali ini gw sengaja berkunjung kesana karena pengen habisin cuti lebaran ini biar gak bosen.
Bareng temen gw yang juga cewek kayak gw, kita menunggangi sepeda motor menuju ke sana. Ini adalah perjalanan terpanjang yang pernah gw jalanain. Temen gw itu udah sering bolak balik ke Aceh Tenggara sob. Nah kali ini doi bertugas menjadi travelmate sekaligus tour guide gw. Sebagai travelmate kita pun share cost mulai dari uang bensin, makan dan juga hal lainnya yang berhubungan dengan biaya perjalanan kita.
Penampakan Mesjid Kabupaten Aceh Tamiang dari kejauhan
FYI nih Aceh Tenggara merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Aceh. Dengan ibu kotanya adalah Kota Takengon. Kota Takengon sendiri memiliki julukan sebagai Kota Dingin. Cause Takengon sendiri berada di wilayah dataran tinggi dan terdapat banyak perbukitan. Gak heran kalau kopi tumbuh subur di daerah ini. Belum lagi tanaman perkebunan seperti sayur mayurnya lainnya.
Gw yang berdomisili di Kabupaten Aceh Tamiang Kota Kualasimpang harus menempuh perjalanan 4 menuju Kota Lhokseumawe. Karena dari kota ini lah kami akan melalui jalan alternatif baru menuju Kota Takengon. Nama jalannya adalah jalan KKA. Jalan KKA adalah sebuah jalan di Permata, Bener Meriah, Provinsi AcehIndonesia, Jalan ini merupakan jalan utama menuju pabrik PT Kertas Kraft Aceh. Saat ini diaktifkan sebagai jalur transportasi yang efisien dan ekonomis bagi petani sayur dan kopi di Bener Meriah untuk memasarkan hasil perkebunannya ke Medan atau Malaysia melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Route lintasan sepanjang batas kota Kabupaten Bener Meriah sampai batas kota Lhokseumawe sepanjang 100 km. Melalui jalan ini kita bisa menghemat waktu dibandingkan harus melalui jalan yang biasa dilalui via Kota Biereun.
Rehat bentar sambil cuci mata

Gerbang komputer perkantoran Kabupaten Bener Meriah

Menurut gw akses jalan KKA sangat bagus Jpeople. Jalanan aspalnya mulut meski ada 1 atau 2 bagian jalan yang rusak. Tapi 100 % kondisi jalan bagus. Namun agak kaget juga pas tahu kalau jalanan yang  gw lalui harus melewati perbukitan yang curam dengan tikungan dan tanjakan. Secara jalanan ini mengitari 1 bukit ke bukit lainnya. Kesannya kayak jalan di gunung gitu sob. Awalnya takut sih soalnya baru kali ini naik sepeda motor dengan medan jalan menanjak. Makin naik jalanan makin menanjak dan curam meski aspal jalannya mulus tapi harus tetap hati – hati karena makin nanjak jalannya makin miring medan jalannya. Saran gw sebelum kesini mending cek dulu kondisi mesin sepeda motor loe sob. Dan yang terpenting adalah cek rem. Karena meski jalanan yang kita lalui makin menanjak, tanpa kita sadari kita juga akan melalui jalanan menurun yang tajam dan masih dengan tikungan – tikungan yang kalau kita gak hati – hati ya siap – siap deh terjun bebas ke jurang. Jalanan ini masih tergolong sepi Jpeople. Waspada dengan kondisi ban loe juga. Loe bakalan banyak nge-rem ketika menuruni jalanan yang menurun tajam dan curam. Gak perlu heran kalau pas melewati jalan ini lo bakalan nyium bau gosong ban yang bergesekan sama aspal. Dan gak lupa pastikan juga tangki bensin kalian full sebelum memasuki jalan KKA karena disini jarang banget dijumpai penjual BBM. Kalau pun ada jarak dari 1 penjual ke penjual lainnya cukup jauh. Udah gitu bengkel dan tambal ban juga jarang. Bahkan setelah gw perhatiin Bengkel dan tambal ban kayaknya langka. Bisa dibilang jalan KKA ini tergolong eksktrem.
Tapi mendekati Kabupaten Bener Meriah yang merupakan kabupaten tetangga dari Kabupaten Aceh Tenggara, disini udah mulai kelihatan pemukiman penduduk dengan aktifitas perdagangannya.
Petunjuk arah ke Air Terjun Bur Bulet

Perjalanan menuju Air Terjun Bur Bulet

Kami menghabiskan waktu 4 jam dari Kabupaten Aceh Tamiang menuju Kota Lhokseumawe. Kami sempat beristirahat di salah satu SPBU sebelum menuju ke Takengon. Dari Kota Lhokseumawe kami melanjutkan perjalanan ke Takengon via jalan KKA dengan durasi waktu lebih kurang 3 jam lebih sob. Sesampainya di Takengon gw dan temen sempat berjalan – jalan ke salah satu objek Wisata Air Terjun Bur Bulet. Tapi karena kondisi fisik gw yang gak sehat gw gak turun menyusuri air terjun. Jalan menuju air terjun yang gak kalah ekstremnya sob. Siap – siap mental aja kalau mau berkendara pastikan kondisi mesin, ban dan juga rem sepeda motor kalian dalam keadaan oke. Karena jalanan yang dilalui mengitari perbukitan tinggi dan landai.

Ada 2 tempat wisata asik dan hits yang paling banyak di kunjungi oleh wisatawan kalau sedang berada di Kota Takengon. Nah di postingan selanjutnya gw bakalan sharing 2 spot yang bakalan buat loe takjub. Penasaran ??? tungguin aja di next post ya sob.

0 komentar:

Post a Comment